Tembilahan Kota Ibadah, Jangan Sampai Dinodai Tempat Maksiat

datariau.com
2.688 view
Tembilahan Kota Ibadah, Jangan Sampai Dinodai Tempat Maksiat
dok.
Penggrebekan tempat hiburan malam di Inhil.

TEMBILAHAN, datariau.com - Kota Ibadah adalah julukan Kota Tembilahan, yang seharusnya identik dengan kegiatan-kegiatan keagamaan, dan menghapuskan kegiatan maksiat terlebih lagi disaat momentum bulan suci Ramadhan ini.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Tembilahan, Ishak Mastar menyebutkan, hiburan malam serta kegiatan maksiat lainnya yang dipandang akan mengancam nama baik Tembilahan sebagai Kota Ibadah, seharusnya pemerintah lebih jeli dan serius untuk memerangi hal tersebut.

"Ada kontrolan secara khusus dalam konteks mengurangi aktivitas-aktivitas yang bernuansa maksiat tersebut, agar Khidmat Ramadhan tersampaikan kepada yang menjalankannya," tukas Ishak, kemarin.

Dalam penilaiannya, Ishak katakan, tidak ada alasan secara khusus tempat maksiat dibenarkan, terlebih lagi dibulan suci Ramadhan. Dimana masyarakat mencari ketenangan dan keikhlasan dalam menjalankan salah satu rukun Islam yang setiap tahun dilaksanakan.

"Stop untuk beraktivitas, kami menyarankan tempat maksiat yang bersangkutan tersebut harus mengkaji ulang agar mengerti bahwa bulan suci Ramadhan umat Islam lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan kerohanian," tegasnya.

Akan sangat terganggu, lanjut Ketua Cabang, bila hal ini terus beraktivitas tanpa ada penegasan dalam memerangi, atau memberikan sebuah pengertian khusus karena sekarang waktunya kita menjalani bulan suci.

"Kalau bulan suci ini saja tetap ada kebebasan, terlebih lagi bulan-bulan lain, kita berharap dibulan ini apapun profesi dan bentuk kegiatannya selagi bersifat maksiat tolong dihentikan, karena kita menghargai bulan suci dan juga julukan kota Ibadah," tutup Ishak Mastar. (ziz)

Penulis
: Aziz
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)