Meski Dilaksanakan di Pelosok

Tabligh Akbar Syaikh Dr Shalih bin Sa'ad As-Suhaimi di Riau Dihadiri Seribuan Jamaah

datariau.com
4.232 view
Tabligh Akbar Syaikh Dr Shalih bin Sa'ad As-Suhaimi di Riau Dihadiri Seribuan Jamaah
Riki
Sesaat akan berlangsungnya kajian.

TAPUNG, datariau.com - Tabligh akbar yang diselenggarakan Masjid Mus-Ab bin Umair yang beralamatkan di Jalan Garuda Sakti KM 9 kecamatan Tapung kabupaten Kampar dihadiri seribuan jamaah.

Meskipun dilaksanakan di lokasi yang cukup jauh dan berada di pelosok, namun tidak menyurutkan niat menuntut ilmu masyarakat Kota Pekanbaru dan sekitarnya, yang ingin langsung ikut duduk di majelis salah seorang Mufti Senior Kota Madinah yang dihadirkan panitia kajian Masjid Mus-ab bin Umair yang berada di kawasan Pondok Pesantren Umar bin Khottab ini.

Menuju ke lokasi kajian, masyarakat Kota Pekanbaru menempuh perjalanan sekitar puluhan kilometer dari pusat kota. Lokasinya berada di pelosok yang belum banyak penduduknya. Saat masuk ke jalan Pondok Pesantren Umar bin Khottab, kondisi jalan tanah dan di sisi kiri kanan jalan masih perkebunan warga, tidak banyak rumah.

Seorang jamaah yang ikut kajian, yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, bahwa niatnya datang ke kajian ini untuk menuntut ilmu secara langsung kepada Mufti Senior Kota Madinah tersebut. Ilmu yang dibawa Syaikh Sholeh bin Sa'ad As-Suhaimy katanya sangat berharga. Maka masalah jarak dan tempat kajian baginya tidak ada apa-apanya.

"Bagi kami lokasi ini tidak jadi masalah. Coba kita berfikir, sejauh apa Syaikh berjalan mendatangi kita di sini. Ilmu yang diantarkannya sangat berharga, sangat sayang kalau sampai kita abaikan," ucapnya saat berbincang dengan datariau.com di lokasi kajian, Selasa (26/7/2016).

Dalam kajian yang diterjemahkan Ustadz Abuz Zubair Hawaary, dengan judul "Keindahan Islam" disampaikan Syaikh bahwa Islam itu agama yang sempurna, agama yang berada di pertengahan. Tidak ada kesusahan dan sikap berlebihan dalam agama Islam.

"Dalam hal kebersihan, Islam sangat bersih. Adab membuang air, umat Islam diharuskan untuk bersuci. Ini hanya ada di umat Islam. Bahkan seorang tukang cuci yang beragama non muslim, saat mencuci pakaian orang Islam, dia heran, tidaklah dijumpai kotoran kecuali hanya kotoran keringat. Berbeda saat mencuci pakaian orang non Islam, terkadang dijumpai bekas kotoran buang air besar," katanya yang diterjemahkan Ustadz Abuz Zubair.

Islam juga menganjurkan khitan, dan di masa sekarang ini para keilmuan mulai meneliti dan menemukan betapa banyak manfaat khitan. Orang Islam terhindar dari bakteri kuman yang menempel pada kemaluan yang tidak dikhitan.

"Jika umat Islam menjalankan satu adab kebersihan ini saja, umat di luar Islam akan berbondong-bondong masuk Islam melihat indahnya Islam, bersihnya umat Islam yang setiap 5 kali sehari semalam pasti melakukan wudu' membersihkan badannya." Demikian sedikit ringkasan kajian yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu.

Sebelum kajian, Syaikh berkenan mengimami shalat Maghrib berjamaah. Dilaksanakan di masjid Mu-ab bin Umair yang masih tahap pembangunan, belum ada dinding, berlangsung sukses dan nyaman, karena berada di lokasi yang jauh dari kebisingan hiruk pikuk kendaraan. Semoga Syaikh Dr Sholeh bin Sa'ad As-Suhaimy senantiasa diberkahi Allah Subahanahu wa Ta'ala dan kita diberi kesempatan kembali belajar kepada beliau -hafidzahulah ta'ala- di lain hari, insya Allah.



Dikutip dari halaman fokusislam.com, berikut profil singkat Syaikh Dr Sholeh bin Sa'ad As-Suhaimy:

Nama dan Pendidikan

Nama beliau adalah Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi Al-Harbi, lahir pada tahun 1366 H di sebuah wilayah perkampungan yang terletak antara Kota Madinah dan Qasim.

Pada tahun 1376, Syaikh Shalih As-Suhaimi pindah ke kota Madinah bersama dengan orang tuanya dan menamatkan pendidikan dasar hingga sekolah menengah di sana.

Selepas itu, beliau melanjutkan kulian di Universitas Islam Madinah dan mendapat gelar S1 pada tahun 1392 H. Setelahnya, beliau melanjutkan program Magister di Universitas Al-Azhar Mesir dan menyelesaikan program S2 pada 1400 H dengan tesis berjudul “Al-Musaqah Wa Ahkamuha Fi As-Syariah Al-Islamiyah”.

Adapun program doktoral beliau lanjutkan kembali di Universitas Islam Madinah dan berhasil beliau selesaikan pada tahun 1403 H dengan disertasi berjudul “Ahkam ‘Aqdil Ijar Ahkamuha Fi As-Syariah Al-Islamiyah”.

Kegiatan Sehari-hari

Kegiatan Syaikh Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi tidak terlepas dari tiga hal, yaitu mengajar, berdakwah dan menulis. Pasca menyelesaikan program sarjana, beliau mengajar di sekolah tingkat atas di kota Madinah. Setelah menyelesaikan program doktoral, beliau kemudian ditunjuk sebagai salah satu di Fakultas Syariah Unversitas Islam Madinah. Tak lama kemudian pindah ke Fakultas Akidah dan pada tahun 1418 ditunjuk sebagai dekan di Fakultas Akidah.

Beliau juga aktif berdakwah di mana beliau banyak bekerja sama dengan Markaz Dakwah Wal Irsyad di Kota Madinah.

Karya Tulis

Syaikh Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi memiliki beberapa karya tulis ilmiyah seperti “Tanbih Ulil Abshar Ila Kamaliddin Wama Fil Bida’ Minal Akhthar” dan “Manhaj As-Salaf fil Aqidah Wa Atsaruhu Fi Wihdatil Muslimin”.

Beliau juga banyak men-syarah buku-buku para ulama terdahulu. Di antara kitab-kitab yang disyarah oleh Syaikh Shalih As-Suhaimi adalah:

-Utsul TIsalastah
-Qawaidul Arba’
-Tadmuriyah
-Akidah Wasithiyah
-Wasail Mufidah Lil Hayat As-Saidah
-Riyadhus Shalihin
-Kitabul Iman dari Shahih Muslim
-Fadhlu ‘Ilmi As-Salaf ‘Ala Al-Khalaf
-Nawaqidhul Islam
-Dan lain sebagainya
 

Penulis
: Riki
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)