Iuran Pengambilan Sertipikat Dialihkan Untuk Acara MTQ, Warga Kembang Harum Inhu Protes

Admin
1.729 view
Iuran Pengambilan Sertipikat Dialihkan Untuk Acara MTQ, Warga Kembang Harum Inhu Protes
Ilustrasi

RENGAT, datariau.com - Untuk membantu masyarakat kurang mampu dan yang belum miliki perlengkapan administrasi surat tanah, pemerintah daerah Kabupaten Inhu melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) melaksanakan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di tahun 2017 dengan target awal sebanyak 5000 bidang tanah dengan gratis.

Program PTSL bertujuhan untuk mengurangi sengketa pertanahan agar menjadi jelas, baik data fisik maupun data yuridisnya dan juga untuk mewujudkan tertib administrasi pertanahan sebagaimana program catur tertib pertanahan, yaitu tertib hukum, tertib administrasi, tertib penggunaan serta tertib pemeliharaan dan lingkungan hidup.

"Sesuai rencana, pengambilan sertipikat akan dilakukan di Pekanbaru yang akan diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Untuk biaya ke Pekanbaru, Kelurahan dan Desa yang ikut program PTSL sepakat iuran Rp200 ribu," kata seorang warga menceritakan kepada datariau.com, Sabtu (17/3/2018).

Namun sayang, lanjutnya, rencana ke Pekanbaru gagal dilaksanakan karena Presiden RI tidak jadi ke Pekanbaru, seharusnya uang iuran itu dikembalikan, namun menurut warga in, uang iuran warga dialihkan untuk MTQ.

Dijelaskannya, bahwa kondisi ini terjadi pada kelurahan Kembang Harum. Uang iuran untuk biaya ke Pekanbaru tidak dikembalikan dengan alasan untuk biaya persiapan MTQ tingkat kecamatan Pasir Penyu.

"Ini kan yang tidak-tidak, masa iya kegiatan MTQ, masyarakat disuruh iuran, sementara setiap tahun biaya kegiatan MTQ sudah ditanggung oleh pemerintah melalui APBD yang telah disahkan oleh DPRD. Terus kemana dan digunakan untuk apa anggaran MTQ puluhan juta itu," pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Kembang Harum, Marlius, saat dikonfirmasi membenarkan adanya wacana uang iuran itu akan dialihkan untuk kegiatan MTQ, namun itu jika disetujui warga.

"Benar, rencana kalau masyarakat setuju uang iuran pengambilan Sertipikat mau untuk kegiatan MTQ dan itu pun kalau masyarakat setuju, dan kalau masyarakat tidak setuju akan kita kembalikan," singkatnya.

Terpisah, Seketaris Komisi IV DPRD Inhu, Marlius SPdI saat dimintai tanggapan tentang sumbangan MTQ, sementara MTQ sudah ada anggaran dari APBD menjelaskan bahwa memang terkesan aneh jika uang warga digunakan untuk sumbangan MTQ.

"Untuk MTQ tingkat kabupaten kemarin kita sahkan kalau tidak salah kurang lebih Rp1,2 milar, sedangkan untuk tingkat kecamatan bervariasi, tapi rata-ratanya kalau tidak salah Rp50 juta hingga Rp60 juta untuk MTQ kecamatan, untuk rincian pastinya bisa dilihat besok di kantor," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com