10 Tahun Riau Hitam-Putih Internasional, Digelar Musik Tradisional dan Modern

datariau.com
1.717 view
10 Tahun Riau Hitam-Putih Internasional, Digelar Musik Tradisional dan Modern
doc.

PEKANBARU, datariau.com - Perkembangan dan bermain musik Melayu tradisional yang dikombinasikan dengan musik modern di Bumi Lancang Kuning tidak pernah berhenti dari hentakan tangan dari musisi musik.

Dengan kepiawaian pemusik dengan pukulan gendang, marwas, rebana dan petikan gambus serta ditambah dengan alat musik modern, akordion, biola, seruling dan alat musik lainnya, maka pertunjukan seni musik Melayu tradisional ini akan dapat kita nikmati pada ivent 10 Tahun Riau Hitam-Putih Internasional 2016 (WorldMusic From The Homeland Of Melayu) di komplek Bandar Serai Raja Ali Purna MTQ Provinsi Riau pada 25-26 November 2016 ini.

Salah satu seniman musik Riau Eri Bob juga memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Malay Music Institute (MMI) sebagai inisiator dengan tajuk "Riau Hitam Putih" yang hingga kini program musik tersebut terus berjalan dengan didukung penuh oleh pemerintah Provinsi Riau khusunya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau.

Dalam perpaduan antara musik tradisional Melayu dengan Moderen atau lebih dikenal dengan kolaborasi, tentunya pergelaran musik Melayu dapat memberikan warna baru dalam musik Melayu.

"Memang dengan adanya pegelaran musik tradisional dan modern ini, tentunya hal ini salah satu bentuk wadah untuk membangkitkan kembali insan seniman musik untuk terus berkarya secara inovatif dan kreatif," ujar Eri Bob, Rabu (23/11/2016).

Sejauh ini, katanya, karya-karya yang ditampilkan pada acara Riau Hitam-Putih Internasional ini merupakan karya inovatif yang penuh dengan instrumen baru. Seperti, penampilan anak-anak Kampus Akademi Kesenian Melayu Riau, group musik dari Dumai serta peserta dari luar negeri seperti Negara Malaysia.

"Memang seniman musik tidak hanya pandai memainkan alat musik saja, tetapi bagaimana mereka mampu melahirkan karya musik yang baru sehingga karya tersebut dapat dirasakan sampai ke hati pendengarnya," ungkap Eri.

Sementara itu, Director Malay Music Institute Hari S Hasan mengatakan, kegiatan Riau Hitam-Putih Internasional ke-10 yang ditaja oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau bekerjasama dengan MMI diikuti 12 group musik tradisional baik tingkat nasional maupun internsional.

Adapun group musik yang ikut yakni Suhu (Malaysia), Lost Trio (Malaysia), Agus Basuni(Jakarta), BMC (Kepri), YK (Kalimantan), Rahmat Samsi (Malaysia), Jart Hassan (Malaysia), Geliga (Pekanbaru), Yopi n' Freind (Dumai), Citra Sebati (Tembilahan), Kalila Project (Medan), Kemlaka (Surakarta).

"Tentunya saja peserta yang mengikuti pergelaran musik Riau Hitam-Putih Internasional ini adalah group musik yang memiliki karya yang invontif dengan tidak lepas dari unsur musik Melayu. Disamping itu, selain pergelaran musik, peserta dan unsur seniman musik, pelajar dan mahasiswa akan mengikuti seminar tentang musik dengan nara sumber Zuarman Ahmad, Kadis Parekraf Riau Yoserizal Zein," ujar Hary.

"Kita mengajak masyarakat Riau untuk dapat menyaksikan pergelaran musik Riau Hitam-Putih Internasional ini di Purna MTQ Provinsi Riau secara gratis pada malam 25-26 November 2016," imbau Hary.

Penulis
: Myus
Editor
: Agusri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)