PERAWANG, datariau.com - Waspada, komplotan begal kembali beraksi di Perawang Kecamatan Tualang Kabupaten Siak menggunakan senjata tajam (sajam). Kali ini dua remaja asal Kampung Maredan Barat yang menjadi korban pembegalan (penodongan) di taman area kantor Camat lama Jalan Kesehatan, Sabtu (16/9/2017) malam tadi.
Salah satu korban berinisial S (17) mengaku saat itu, ia bersama rekanya baru saja tiba ditempat kejadian perkara (TKP). Berselang beberapa menit kemudian tiba-tiba korban didatangi oleh 4 orang pelaku yang langsung meminta sejumlah uang sambil menodongkan sajam kepada korban.
"Dia (pelaku begal) langsung nodongkan pisau pada saya dan langsung minta HP, kunci (sepeda motor) diambil tapi entah dimana di buang (pelaku)," kata rekan korban.
Alhasil, Smartphone dan dompet berisi sejumlah uang dibawa kabur oleh pelaku. Korban (S) yang menyadari bahwa dirinya baru saja di begal (todong) berusaha menghubungi teman-temannya untuk melakukan pengejaran terhadap 4 orang pelaku begal tersebut.
Bahkan, saat melakukan pengejaran korban sempat melihat pelaku yang berlari ke wilayah (daerah) pasar Bunut Kampung Pinang Sebatang Timur saat itu.
Selanjutnya, karena kehilangan jejak, korban kembali berkumpul bersama teman-temannya di TKP. Dan beberapa anggota Polsek Tualang yang kebetulan melintas saat melakukan patroli berhenti dan menghampiri korban. Kemudian korban menceritakan kepada anggota Polsek Tualang tersebut, apa yang baru saja ia alami saat itu.
Kemudian pihak kepolisian menyarankan agar korban membuat laporan ke Mapolsek Tualang dan akan mencari keberadaan pelaku, sedangkan teman-teman korban diminta untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Dari pantauan awak media melalui keterangan salah satu rekan korban ternyata korban merupakan salah satu anggota kepemudaan di Maredan Barat Community yang mana komunitas ini adalah bentukan dari warga setempat dan Pemerintah Kampung Maredan Barat.
Diketahui Komunitas MBC ini membantu pemerintah Kampung Maredan Barat dalam hal kegiatan positif. Salah satunya seperti kegiatan gotong royong. Pemuda MBC ini selalu kompak dan siap membantu masyarakat setiap ada kegiatan di kampung tersebut.
Pembina Maredan Barat Comunity (MBC), bernama Rizal (52) yang saat itu datang ke tempat kejadian mengeluhkan atas apa yang baru saja dialami oleh anggotanya itu.
"Ada teman menelpon, kalau ada anggota kenak begal (todong). Kemudian dia (korban) ngebel, tapi HP-nya langsung mati, saya terkejut dan terus saya langsung berangkat (TKP). Kemudian berjumpa sama yang lain di sana (TKP). Mendengar kabar itu, anggota yang lain pada ke sana semua," imbuh Rizal yang juga merupakan anggota komite SMAN 6 Kecamatan Tualang.
Padahal selama ini, kata Rizal bahwa komunitas MBC ini selalu berbuat positif dan kegiatannya membantu masyarakat dan aparat kampung. "Mereka selalu siap membantu desa, dari segi jalan, kebersihan maupun yang lainnya, tujuan kita untuk mendidik mereka agar tidak ke arah yang tidak baik (negatif), tapi tetap saja dibegal (ditodong). Kalau kita hitung warga di kampung sini sudah tak terhitung lagi yang menjadi korban begal," ungkap Rizal kepada awak media, Sabtu (16/9/2017) malam.
Lanjut Pembina MBC Rizal, ia berharap kepada pihak kepolisian setempat untuk menegakkan keamanan supaya kedepan korban begal tidak bertambah lagi. "Yang penting jangan sampai terulang lagi lah. Karena sudah sangat meresahkan masyarakat," harapnya.