Seorang Bocah di Lirik Inhu Meniggal Dunia Diduga Terkena DBD

datariau.com
2.447 view
Seorang Bocah di Lirik Inhu Meniggal Dunia Diduga Terkena DBD
Heri.
Korban saat di rumah duka.

RENGAT, datariau.com - Demam Berdarah Dengue (DBD) ini adalah penyakit yang sangat membahyakan jiwa manusia, sangking bahyanya penyakit DBD mendapat perhatian khusus dari pemerintahan. Namun disayangkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhu melalui Puskesmas Lirik dinilai seolah belum maksimal melayani pasien.

Hal ini dikatakan Anto, warga Desa Sukajadi Kecamatan Lirik kepada datariau.com, bahwa pihak keluarga merasa kecewa dengan pelayanan yang diberikan puskemas, selama keponakannya dirawat di sana.

"Atas nama warga dan juga keluarga sangat menyesal sekali dengan pelayanan Puskesmas Lirik. Pelayanan mereka terhadap pasien maupun keluarga pasien tidak maksimal. Contohnya saja yang menimpa pada ponakan saya. Akibat kurangnya pelayanan mereka ponakan saya meninggal tadi pagi sekitar pukul 03.00 Wib dalam perjalanan ke RSUD Indrasari Pematangreba," kata Anto, Senin kemarin.

"Ponakan saya Arul telah ditetapkan oleh pihak Puskesmas Lirik terserang DBD, namun bukan dirawat secara maksimal, hanya dikasih impus saja. Jujur saja kalau dapat dokter, perawat dan UPT di Puskesmas Lirik ini segera saja diganti dengan yang baru, karena banyak sekali permasalahan di Puskesmas Lirik saat ini, bukan saja masalah pelayanan saja, Arul (10) adalah anak mantan Kades Sukajadi bapak Yosy Aprianto dan ibu Tri Aristia," terangnya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Lirik dokter Prawira Nofa saat dikonfirmasi mengatakan, Arul bukan terkena atau terserang DBD sebagaimana yang dikatakan warga, diduga Arul mengalami penyakit radang otak yang mengakibatkan daya tubuh lemah.

"Mengenai masalah pelayanan, saya saat ini lagi melakukan audit internal. Audit internal ini dilakukan seluruh puskesmas bila ada pasien yang meninggal di puskesmas. Dan audit ini untuk mencari dimana letak salahnya, apakah pasien yang meninggal itu karena takdir atau karena kelemahan petugas kami," tuturnya.

"Apabila kesalahan atau kelemahan itu terjadi pada kami, maka petugas pada saat itu akan mendapat teguran dan sanksi, teguran atau sanksi melalui jenjang, salah satu contoh teguran lisan, melalui surat dan teguran berat balikan ke dinas," urainya.

"Saat ini saya lagi menunggu laporan tertulis dari dokter dan perawat yang jaga semalam. Untuk saat ini saya belum bisa memberikan komentar tentang pelayanan kalau belum ada laporan secara tertulis dari dokter jaga semalam atas nama dokter Riski bersama kawan-kawan," singkatnya.

Sementara itu informasi yang dihimpun di puskesmas, ada dua pasien yang dirawat di Puskesmas Lirik yang diduga terserang DBD, atas nama Hardi (10) dan Mutiar (1,5) keduanya warga Kecamatan Lirik.

Penulis
: Heri
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
Tag:DBD
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)