Ogah Tanggapi Foto dengan Petinggi Polda Riau, PT APSL Hanya Bantah Bakar Lahan di Rohul

datariau.com
1.562 view
Ogah Tanggapi Foto dengan Petinggi Polda Riau, PT APSL Hanya Bantah Bakar Lahan di Rohul
Illustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Pasca heboh beredarnya foto kongkow-kongkow tiga petinggi Polda Riau dengan bos PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) menyebabkan pihak perusahaan langsung menggelar jumpa pers di restoran salah satu hotel berbintang di Pekanbaru, Jumat sore (2/9/2016).

Sayangnya, kesempatan yang sejatinya bisa menjadi "hak jawab" terkait foto yang kini beredar di media sosial (medsos), jutru tidak digunakan pihak PT APSL.

Alih-alih menerangkan benar atau tidak di dalam foto itu adalah bos PT APSL, Novalina Sirait, yang mengaku staf legal (perizinan) perusahaan sawit itu justru membuat bantahan terkait keterlibatan mereka dalam SP3 15 perusahaan terduga pelaku kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Kami bukan bagian dari 15 perusahan yang terduga pelaku Karhutla," tutur perempuan berparas ayu berkaca mata ini.

Nova juga membantah soal dua perusahaan yang baru-baru ini lahannya terdeteksi kebakaran lahan. "Untuk kebakaran lahan yang terakhir ini juga dikaitkaitkan dengan kami, saya berani aja mengajak bapak-bapak dan ibu-ibu yang ada di sini untuk mengecek ke lokasi. Ada ndak satu pun titik api," pungkasnya seraya membagi-bagikan foto kopi terkait izin perusahaan dan izin mendirikan pabrik kelapa sawit (PKS) dari mantan Bupati Rokan Hulu (Rohul) Achmad.

Pernyataan Novalina berbeda dengan penjelasan Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau, AKBP Hariwayan Harun. Menurut Hari, pihak Ditreskrimsus Polda Riau bersama Satreskrim Polres Rohul sedang menyelidiki kasus dugaan kebakaran lahan di areal PT APSL.

"Sore ini kami akan gelar perkaranya bersama Satreskrim Polres Rohul. Dari keterangan beberapa saksi dari masyarakat ataupun pihak perusahaan (PT APSL) ada sekitar 800 hektare lahan yang terbakar," terangnya.

Berdasarkan keterangan dari masyarakat, api itu berasal dari kebun sawit milik TB. "Pelakunya bukan TB ini, tetapi kebunnya milik dia. Sementara dari PT APSL sendiri yang terbakar adalah lahan produktif dan sudah panen. Sawit itu sudah panen dalam beberapa tahun ini,"jelas Hariawan lagi.

Editor
: Ummu SH
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)