SIAK, datariau.com - Kondisi terkini proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Rabu (21/2/2018) sekira pukul 07.00 WIB. Adalah lahan kosong ditumbuhi semak belukar dengan tekstur tanah (lahan) gambut. Proses pemadaman dan penanganan Karhutla di Kampung Penyengat merupakan kerjasama tim beserta aparat gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Pemerintahan, Damkar, MPA, Perusahan berserta Relawan
Sedangkan lahan gambut yang terbakar, Rabu (21/2/2018) sekira pukul 07.00 WIB, diperkirakan lebih kurang dengan luas 5 hektare. Sedangkan lokasi peristiwa (Karhutla) masuk wilayah hukum Polsek Sei Apit Kecamatan Sei Apit Kabupaten Siak. Dengan titik Koordinat Long: 102.35194, Lat: 0.83360.
Bersama TNI-Polri tim relawan berjibaku, bekerjasama dan saling bahu membahu melakukan penanganan Karhutla dengan segera, agar kebakaran tidak meluas kemana-mana. Dengan sigap gabungan TNI-Polri bersama relawan setempat segera melakukan penanganan di lokasi tersebut.

"Sedikitnya api telah menghanguskan lahan gambut tersebut yang ditumbuhi semak belukar dengan luas lebih kurang 5 hektare. Anggota gabungan TNI-Polri dan tim di lokasi kebakaran berupaya memadamkan api agar tidak merambat (menyebar). Setelah padam, selanjutnya TNI-Polri bersama tim melakukan proses pendinginan," kata Kapolres Siak AKBP Barliansyah SIK, Rabu (21/2/2018) malam.
Lanjut Kapolres Siak menambahkan, lokasi Karhutla tersebut selain tekstur lahannya gambut, kebakaran ini mengkwatirkan akan meluas (menyebar). Maka dari itu, anggota gabungan TNI-Polri beserta tim lainnya di lokasi Karhutla segera mengambil tindakkan dengan melakukannya pendinginan.
Ditambahkannya, sedangkan untuk pemilik lahan saat ini masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib dari Kepolisian Sektor (Polsek) Sei Apit. Untuk jumlah kuat personil di lokasi Karhutla tersebut, Rabu (21/2/2018) sekira pukul 07.00 WIB. Terdiri dari 10 orang anggota Polri (Polsek Sei Apit), 5 orang anggota TNI (Koramil Sei Apit) beserta 3 orang anggota Satpol PP Kecamatan Sei Apit.
Selain itu, dijelaskan Kapolres Siak AKBP Barliansyah SIK, Rabu (21/2/2018) malam, kejadian Karhutla di Kampung Penyengat Kecamatan Sei Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau, melibatkan beberapa tim yang terdiri dari 4 orang dari Maggala Agni Kabupaten Siak, 10 orang dari MPA Kampung Penyengat, 12 orang dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Sei Apit, 4 orang dari RPK PT Arara Abadi, 5 orang dari RPK PT RAPP beserta Tim Relawan.

Proses penanganan Karhutla, Rabu (21/2/2018) pagi, juga melibatkan Pemerintahan Kampung Penyengat melalui perangkat-perangkatnya yang berjumlah 25 orang. Tak ketinggalan yang selama ini menjadi mitranya kepolisian (Mitra Polri) dalam setiap kegiatan peliputan, yakni 2 orang awak media Dumai Pos Kecamatan Sei Apit.
"Anggota di lokasi bersama tim lain berhasil padamkan api, selanjutnya anggota TNI-Polri bersama tim selanjutnya melakukan pendinginan di lokasi kebakaran. Selain melakukan pendinginan, anggota dan tim membuat sumur secara manual disepanjang lokasi lahan yang terbakar tersebut," jelas Kapolres Siak AKBP Barliansyah SIK malam.
Diungkapkannya, dalam penanganan Karhutla tadi, dipimpin langsung oleh Kapolsek Sei Apit AKP Hendrix SH MH, Danramil Sei Apit Kapten Infanteri S Sinaga beserta Camat Sei Apit Suparni Ssos Msi dengan tim melakukan pemadaman api dengan menggunakan alat pemadam kebakaran.
"Proses penanganan Karhutla dipimpin langsung oleh Kapolsek Sei Apit AKP Hendrix SH MH, Danramil Sei Apit Kapten Infanteri S Sinaga beserta Camat Sei Apit Suparni SSos Msi bersama tim lakukan pemadaman api menggunakan alat pemadam," terang Kapolres.
Selanjutnya Kapolres Siak AKBP Barliansyah SIK, Rabu (21/2/2018) malam, menjelaskan alat yang digunakan untuk melakukan penanganan kebakaran di lokasi tersebut anggota dan tim menggunakan satu unit mesin robin Fire Pump milik Inventaris Polsek Sei Apit, satu unit mesin pompa air mini Tracker milik Satgas MPA Kampung Penyengat Kecamatan Sei Apit.
Disebutkannya, dalam proses penanganan Karhutla di lokasi kejadian. Anggota dan tim juga dibantu dengan satu unit mesin pompa air Maxtri milik PT RAPP, satu unit mesin pompa air Maxtri dan satu unit mini Striker milik Manggala Agni, satu unit mesin pompa air Tohatsu milik Damkar Kecamatan Sei Apit, satu unit mesin pompa air mini Striker milik RPK PT Arara Abadi beserta satu unit alat berat Excavator merk Hitachi.

Dapat dilaporkan kondisi terakhir di lokasi saat ini, Rabu (21/2/2018) malam, secara umum. Setelah dilakukannya pendinginan oleh anggota dan tim di lokasi. Sepertinya api diatas permukaan (gambut) sudah dipastikan tidak ada, namun masih menimbulkan asap. Sedangkan disekitar areal lahan yang terbakar, telah diblok menggunakan alat berat Excavator merk Hitachi tersebut.
Untuk disekeliling areal lahan yang terbakar telah dipastikan tidak menyebar atau api dibawah tanah (lahan) gambut tidak dapat melebar. Hingga pukul 19.30 WIB, anggota bersama tim telah berupaya untuk melakukan penanganan dengan tindakkan yang telah dilakukan salah satunya proses pendinginan.
Sementara itu, sebab kondisi sudah malam, proses pendinginan di lokasi dihentikan. Anggota dan tim lainnya akan melanjutkan kembali proses pendinginan tersebut ke esokan harinya, Kamis, 22 Februari 2018.
"Karena sudah malam, upaya proses pendinginan sementara ini dihentikan. Sebab, kondisi malam, sebelumnya disekeliling areal lahan yang terbakar telah dibuat parit. Proses pendinginan dilanjutkan esok hari," tutup Kapolres Siak AKBP Barliansyah SIK, Rabu (21/2/2018) malam.
Selama dalam proses penanganan Karhutla yang terjadi di wilayah hukum Polsek Sei Apit atau di daerah Kampung Penyengat Kecamatan Sei Apit Kabupaten Siak, Rabu (21/2/2018) pagi. Hingga malam hari, kondisi di lokasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam keadaan aman dan terkendali.