ACEH, datariau.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2 orang warga Aceh Tenggara meninggal akibat banjir bandang yang terjadi di dua kecamatannya, yakni di Semadam dan Lawe Sigala-gala.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hujan berintensitas tinggi dan durasi cukup lama beberapa hari di Aceh, menyebabkan adanya banjir kiriman di bagian hulu.
Banjir dari hulu ini kemudian mengakibatkan banjir bandang, pada Selasa, 11 April 2017 lalu sejak pukul 18.00 Wib. "Banjir bandang membawa material lumpur dan kayu-kayu menimbulkan korban jiwa dan kerusakan," kata Sutopo, Kamis, 13 April 2017.
Banjir berlangsung secara cepat sehingga masyarakat tak memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri. Terdapat 8 desa di 2 kecamatan yang terdampak langsung banjir bandang yakni Desa Suka Makmur dan Desa Lawe Beringin di Kecamatan Semadam.
Sedangkan banjir di Kecamatan Lawe Sigala-Gala melanda Desa Lawe Rakat, Lawe Kesumpat, Batu Dua Ratus, Lawe Sigala Barat, Kayu Mbelin dan Lawe Tua Gabungan.
"Berdasarkan data sementara dari Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Aceh Tenggara dilaporkan dampak banjir bandang menyebabkan 2 orang meninggal dunia yaitu Boru Panjaitan (80 tahun) dan Terang Panjaitan (18 bulan) yang hanyut akibat banjir," urainya.
Satu orang kini masih dalam pencarian, sedangkan tiga orang yang hanyut sudah berhasil ditemukan dalam kondisi selamat namun pingsan ketika ditemukan. "Akibat banjir ini, ribuan masyarakat terdampak oleh banjir bandang," imbuhnya.
Sebanyak 298 rumah mengalami kerusakan yaitu 127 unit rumah rusak berat, 91 unit rumah rusak sedang dan 80 unit rumah rusak ringan. Daerah yang paling parah terdampak banjir bandang adalah Desa Suka Makmur Kecamatan Semadam dimana terdapat 31 rumah rusak berat, 20 rumah sedang dan 15 rumah rusak ringan. Sedangkan di Desa Kayu Mbelin Kecamatan Lawe Sigala-Gala terdapat 29 rumah rusak berat, 41 rumah rusak sedang.
BPBD Aceh Tenggara telah berkoordinasi dengan TNI, Polri dan SKPD terkait untuk melakukan penanganan darurat. Masyarakat telah dievakuasi dan ditempatkan di Masjid Simpang Semadam. 4 alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan lumpur di badan jalan Medan-Kutacane. Bantuan logistic telah dikirimkan.
"Badan Penanggulangan Bencana Aceh telah mengirimkan bantuan dan membantu warga ke tempat yang aman. Pendataan masih dilakukan. Saat ini akses jalan menuju Desa Suka Makmur Kecamatan Semadam sudah dapat dilalui kendaraan," papar Sutopo.
Kebutuhan mendesak bagi pengungsi dan masyarakat yang terdampak adalah bantuan makanan, pakaian, air bersih, alat-alat kebersihan, tenda, relawan untuk membersihkan lumpur, dan material bangunan untuk perbaikan rumah.
Sementara itu, banjir juga melanda 11 desa di Kecamatan Arongan Lambalek dan Kecamatan Woyla Barat Kabupaten Aceh Barat Pemerintah Aceh pada Rabu, keesokan harinya, 12 April 2017 pukul 13.35 Wib. Sekitar 588 KK atau 1.784 jiwa terdampak banjir.
"Penanganan dan pendataan dampak banjir masih dilakukan oleh BPBD Aceh Barat," tandasnya.