Tim Kukerta UNRI Sosialisasi Sekolah Anti Perundungan di UPT SMPN 2 Siak Hulu

datariau.com
1.170 view
Tim Kukerta UNRI Sosialisasi Sekolah Anti Perundungan di UPT SMPN 2 Siak Hulu
Foto: Anisa Putri Rahayu
Suasana sosialisasi di UPT SMPN 2 Siak Hulu dengan tema "Sekolah Anti Perundungan". Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tim Kukerta UNRI Desa Pangkalan Baru tahun 2023.

KAMPAR, datariau.com - Pada 14 Juli 2023, tim Kuliah Kerja Nyata atau Kukerta Universitas Riau Desa Pangkalan Baru tahun 2023 yang dibimbing oleh Silvia Permatasari, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menyelenggarakan sosialisasi di UPT SMPN 2 Siak Hulu dengan tema "Sekolah Anti Perundungan". Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tim Kukerta yang bertujuan untuk memberikan kontribusi positif dalam mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

Tim Kukerta yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa berdedikasi dan berkompeten di berbagai bidang, tampil sebagai pemateri dalam acara tersebut. Dengan semangat dan antusiasme, tim Kukerta berbagi pengetahuan, pengalaman, serta informasi mengenai perundungan, termasuk dampak psikologis dan sosial yang ditimbulkannya pada korban, pelaku, serta orang yang menyaksikan bullying itu sendiri.

Tim Kukerta menyampaikan materi sosialisasi dengan cara yang interaktif dan menyenangkan agar peserta dapat lebih mudah memahami isu ini. Tim Kukerta menjelaskan bahwa perundungan atau bullying adalah tindakan agresif yang dilakukan secara berulang kali oleh individu atau kelompok terhadap orang lain yang lebih lemah secara fisik atau emosional. Selain itu, tim Kukerta juga menjelaskan tentang berbagai bentuk perundungan yang mungkin terjadi, termasuk perundungan fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying. Selain itu, tim Kukerta juga memberikan contoh kasus-kasus nyata untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kompleksitas masalah ini.

Dalam sesi diskusi, tim Kukerta mendorong peserta, baik peserta didik maupun tenaga pendidik, untuk berbagi pendapat, pengalaman, dan solusi dalam menghadapi perundungan. Diskusi ini menjadi momen yang sangat berharga karena tim Kukerta dapat saling belajar dari pengalaman masing-masing dan berkolaborasi untuk mencari solusi yang efektif dalam mengatasi perundungan di sekolah.

Tim Kukerta berharap bahwa melalui kegiatan sosialisasi ini, para peserta didik dan tenaga pendidik dapat lebih peka terhadap tanda-tanda perundungan dan memiliki kesadaran untuk mencegah dan melawan perilaku tersebut. Selain itu, tim Kukerta berharap kegiatan ini dapat memotivasi para peserta didik dan tenaga pendidik untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan penuh dengan rasa empati serta saling menghormati.

Tim Kukerta mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah atas kesempatan yang diberikan dan partisipasi aktif dari para peserta. Semoga "Sekolah Anti Perundungan" yang tim Kukerta sampaikan dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari budaya sekolah yang lebih baik. Tim Kukerta berkomitmen untuk berkontribusi dalam upaya menjadikan lingkungan sekolah sebagai tempat yang aman dan mendukung bagi pertumbuhan dan perkembangan seluruh peserta didik. (*)

Penulis
: Anisa Putri Rahayu
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)