Tim Kukerta UNRI Sosialisasi Kesetaraan Pendidikan bagi Setiap Gender di SMAN 1 Perhentian Raja

datariau.com
840 view
Tim Kukerta UNRI Sosialisasi Kesetaraan Pendidikan bagi Setiap Gender di SMAN 1 Perhentian Raja

KAMPAR, datariau.com - Salah satu tuntutan terhadap dunia pendidikan saat ini adalah masalah keadilan dan kesetaraan gender. Pendidikan yang sejatinya ranah belajar bagi laki-laki dan perempuan, justru lebih digandrungi oleh laki-laki daripada perempuan. Kondisi ini bukan tanpa alasan, tetapi dilatarbelakangi oleh pandangan patriarki pada masyarakat, yaitu pendapat yang berpandangan bahwa laki-laki lebih tinggi kedudukan dan derajatnya daripada perempuan.

Mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau 2023 dari Desa Pantai Raja Kecamatan Perhentian Raja, Kabupaten Kampar, telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tentang Mewujudkan Kesetaraan Pendidikan bagi Setiap Gender.

Kegiatan ini diadakan di SMAN 1 Perhentian Raja pada Kamis (20/7/2023), dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga selesai. Tujuan untuk membentuk karakter peserta didik dan memberikan pendidikan yang berkeadilan dengan tidak melakukan perbedaan gender laki-laki maupun perempuan.

Kegiatan sosialisasi ini diadakan di kelas XII IPS 1 dan kelas XII IPS 2 SMAN 1 Perhentian Raja dan diikuti oleh semua siswa/siswi kelas XII IPS tersebut.

Tim Kukerta yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Adi Putra Prayoga (Bimbingan Konseling '21), Aghani Firdausi (Teknik Lingkungan '21), Fadhil Ananta Rahfi (Teknik Lingkungan '21), Filzah Mutia Anaqi (Teknik Lingkungan '21), Fitri Indriani (Teknik Sipil '21), Muhammad Rizal (Bimbingan Konseling '21), Nahiya Nurul Aulia (Pendidikan Fisika '21), Najwah Adyani Dwitammi (Bimbingan Konseling '21) , Nathania Amabel Sitompul (Matematika '21), dan Nina Rahmadani (Bimbingan Konseling '21).

Kesenjangan gender dalam dunia pendidikan tentu perlu diatasi, jika tidak selamanya perempuan akan terjerumus dalam ranah tersebut. Dengan kata lain, kesetaraan gender dalam dunia pendidikan mutlak diperlukan agar perempuan memiliki kesempatan sama dengan laki-laki dalam memajukan dunia pendidikan. Adi Putra Prayoga, selaku ketua dari Tim Kukerta menjelaskan bahwa sosialisasi bertujuan untuk mengakhiri adanya diskriminasi terhadap semua perempuan dan juga anak perempuan. Kemudian, untuk menghilangkan berbagai bentuk dari kekerasan terhadap semua perempuan dan juga anak baik di dalam publik maupun pribadi.

Tag:Gender
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)