Tim Kukerta Balek Kampung Universitas Riau Desa Buluh Manis Adakan Pelatihan Pembuatan Hidroponik Sederhana Berbahan Botol Bekas

Ruslan
683 view
Tim Kukerta Balek Kampung Universitas Riau Desa Buluh Manis Adakan Pelatihan Pembuatan Hidroponik Sederhana Berbahan Botol Bekas
Foto: Ist

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau, Desa Buluh Manis Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis melakukan pelatihan pembuatan hidroponik sederhana dengan memanfaatkan botol bekas. Pelatihan diberikan kepada Ibu-ibu PKK Desa Buluh Manis.

Kegiatan pelatihan pembuatan hidroponik sederhana ini dilakukan di pekarangan rumah ketua PKK pada hari sabtu, 14 Agustus 2021 yang dimulai dengan menjelaskan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pembuatan hidroponik sederhana.

Tim Pengabdian Kukerta Universitas Riau dengan Dosen Pembimbing Lapangan Rina Susanti SSos MSi dengan susunan Tim Kukerta yaitu ketua Yusuf Bimanggala (sosiologi FISIP) dengan anggota kelompok Agustiadi (Sosiologi, FISIP) Annisa Putri Narita (Pariwisata, FISIP), Arbayanti (Pariwisata, FISIP) Bonivasius Suwantua (Agroteknologi, FP) Firmahillary Izzah (Pariwisata, FISIP) Mona Kartika (Agroteknologi, FP) Megasari Br Siregar (Pend. Bahasa Inggris, FKIP) Nella Multiva Sari (Biologi, FMIPA) serta Sindy Antika (Sosiologi, FISIP).

Kami yang melakukan pelatihan pembuatan hidroponik sederhana dengan memanfaatkan botol bekas.

?Saya sangat mendukung kegiatan yang dilaksanakan dan sesuai dengan program kerja tim yang sudah direncanakan, dengan dimanfaatkannya botol bekas sebagai bahan pembuatan hidroponik sederhana ini akan berdampak pada pengurangan jumlah sampah secara tidak langsung dan hasil dari budidaya hidroponik dapat membantu ketahanan pangan keluarga yang ada di Desa Buluh Manis,? tanggapan Rina Susanti, S. Sos, M. Si selaku Dosen Pembimbing Lapangan.

?Penggunaan botol plastik bekas dalam pelatihan pembuatan hidroponik sederhana ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan seperti kita ketahui limbah botol khususnya yang terbuat dari plastik sulit terurai ditanah, penggunaan lahan yang terbatas tidak jadi penghalang dalam pembuatan hidroponik sederhana ini karena salah satu keuntungan hidroponik sederhana ini yaitu pemanfaatan lahan terbatas serta hasil produksi dengan sistem hidroponik bebas dari serangan hama dan penyakit," ujar Bonivasius Suwantua yang merupakan salah satu mahasiswa Pertanian.

Adapun tahapan pembuatan hidroponik sederhana ini yaitu, dibutuhkan bahan (botol bekas ukuran 1600 ml, rockwool, netpot diganti ice cup, kain flanel, benih sayuran dan nutrisi hidroponik).

Langkah pertama adalah pembuatan larutan nutrisi yang terdiri atas larutan stok A (unsur makro) dan larutan stok B (unsur mikro), dilarutkan masing-masing dalam air sebanyak 1 Liter.

Lalu penyemaian sayuran pada rockwool yang telah dipotong-potong (3cm x 3cm), masing-masing potongan diberi 1 benih sayuran setelah itu rockwool dibasahi dengan air nutrisi yang telah dicampur dengan perbandingan 1 : 1 : 300 atau 5 ml stok A : 5 ml stok B : air bersih 1500 ml, hasil semaian baru bisa dipindahkan pada media hidroponik setelah 5 hari.

Selanjutnya adalah pembuatan media hidroponik, botol bekas dibuat 3 lubang/botol menggunakan cutter dengan ukuran lubang mengikuti besar netpot.

Selanjutnya botol disusun rapi pada rak/tatakan dan diisi dengan air nutrisi dengan perbandingan seperti sebelumnya. Air diisi pada botol sampai membasahi kain flanel namun juga tidak menggenangi sampai netpot.

Lalu Bibit sayuran hasil semai dapat dipindahkan pada lubang di botol yang telah diisi air nutrisi.

?Tanggapan dari Ibu-Ibu PKK mengenai pelaksanaan pelatihan hidroponik sederhana yang kami lakukan ini sangat lah baik, selama pelaksanaan pelatihan Ibu-Ibu PKK sangat antusias mendengarkan penjelasan mengenai pembuatan hidroponik sederhana ini. Kegiatan pelatihan pembuatan hidroponik sederhana ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan edukasi kepada masyarakat setempat,? ujar Koordinator Kukerta Yusuf Bimanggala. (ril)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)