SIAK, datariau.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Sekolah Dasar Negeri 15 Tualang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, telah selesai dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Dalam proses penerimaan siswa/i baru tahun ajaran 2022/23 tahun ini di SDN 15 Tualang tentunya tidak membebani orangtua atau wali murid dalam hal seragam sekolah maupun yang lain.
Pada pemberitaan salah satu media online sebelumnya, pada Rabu (22/6/2022) sekira pukul 10.14 WIB.
Hal tersebut, tentunya tidaklah benar dimana dalam pernyataan salah satu orang tua/wali murid SDN 15 Tualang, inisial A, belum berhasil dihubungi perihal seragam yang belum diberikan oleh pihak sekolah.
Padahal sebelumnya, pihak sekolah telah menyampaikan terkait seragam tersebut kepada salah seorang wali murid/siswa itu bukan seperti yang disampaikan salah satu media tersebut.
"Itu sudah setahun yang lalu, perihal seragam yang belum diberikan dan belum dibayar, dia menyampaikan ada 20 siswa/i yang belum terima, padahal hanya salah satu siswa/i saja, yang dibayarkan secara di angsuran (cicil)," kata Kepsek SDN 15 Tualang, ZN melalui Wali Kelas SDN 15 Tualang, inisial T kepada media ini, Kamis (23/6/2022).
Dikatan dia, hanya satu siswa/i, itupun baru seminggu ini diserahkan kepada guru yang bersangkutan. Sementara wali murid sebelumnya telah meminta tolong dalam pembuatan seragam sekolah tersebut.
"Dan selanjutnya tentu saja kita arahkan kepada salah satu taylor," ujarnya.
Dia menjelaskan, dengan adanya pemberitaan ini orang tua/wali murid yang bersangkutan pun tidak pernah menyampaikan hal ini langsung kepada salah satu media saat itu.
Akan tetapi, kata dia lagi, kata-katanya yang lain menyampaikan kepada media itu bukan melalui orang tua yang bersangkutan langsung menyampaikan hal ini.
"Adanya kabar ini, orang tua/wali murid pun meminta maaf kepada pihak sekolah dengan informasi atau kabar yang beredar saat ini," sebut dia.
"Saya tidak ada menyampaikan dan tidak pernah bertemu atau menelepon," kata dia menirukan penyampaian dari orang tua/wali murid diduga inisial A tersebut.
Sementara yang bersangkutan (wali murid) pun telah meminta maaf kepada pihak sekolah dengan adanya pemberitaan yang tidak mengenakan saat ini.
Sementara itu, Korwilcam Pendidikan Tualang, Hj Zahroni MPd menyampaikan, dengan harapan kepada pihak sekolah agar tidak membebani pakaian seragam kepada orang tua/wali murid.
Zahroni menambahkan, agar orang tua/wali murid dipersilahkan untuk mencari sendiri pakaian sesuai kemampuan masing-masing.
"Jika memang ada tukang jahit (taylor) yang bisa memfasilitasi orang tua untuk menjahitkan pakaian seragam anaknya silakan saja," kata Korwilcam Pendidikan Tualang tersebut, kepada media ini, Kamis (23/6/2022).
Dia berharap agar menjahit pakaian dengan tukang jahit (taylor) yang ada di Kecamatan Tualang, selain itu dapat membantu UMKM Kecamatan Tualang.
"Yang jelas jangan sampai memaksa, dan mewajibkan apalagi memberatkan orang tua. Miskomunikasi ya," pungkasnya.(***)