Sekolah di Kecamatan Tambang Kampar Libur Sampai Jumat

2.193 view
Sekolah di Kecamatan Tambang Kampar Libur Sampai Jumat
Murid SDN 032 Desa Kualu saat bermain di luar ruang kelas dengan kondisi kabut asap. (foto: nova rinaldo)
TAMBANG, datariau.com - Akibat kabut asap semakin tebal dan berbahaya bagi kesehatan, maka diputuskan SD di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar diliburkan mulai hari ini Rabu hingga Jumat (4/9/2015) nanti.

Kepala SDN 032 Kualu kecamatan Tambang kabupaten Kampar Drs Hasan Basri menyebutkan, bahwa pihaknya telah meliburkan para siswa kelas I hingga III pada Rabu pagi tadi.

"Keputusan meliburkan siswa tersebut diambil setelah kita berkoordinasi dengan UPTD Pendidikan kecamatan Tambang," ungkap Hasan Basri saat ditemui  datariau.com di ruang kerjanya, tadi pagi.

Kabut asap yang melanda Kecamatan Tambang Kampar yang berbatasan langsung dengan Kota Pekanbaru ini telah terjadi selama beberapa pekan belakangan dan hari ini semakin pekat dan berbahaya.

"Anak-anak sangat rentan terkena penyakit, apalagi dengan kualitas udara yang buruk ini, anak-anak mudah terserang ISPA. Sebab kabut asap sampai ke dalam ruang kelas, dan mata perih kalau berada di luar ruangan," jelasnya.

Dijelaskan Hasan Basri, atas dasar itulah sekolah setelah berkoordisanasi dengan UPTD Pendidikan kecamatan Tambang, memutuskan untuk meliburkan siswa khususnya kelas I sampai dengan kelas III, sebagai antisipasi siswa menderita ISPA.

"Sementara untuk kelas IV sampai dengan VI tetap sekolah seperti biasa dan tetap berada dalam ruangan kelas, sampai ada intruksi selanjutnya dari Dinas Pendidikan sekolah," ujarnya.

Demikian pula di SDN 034 Tarai Bangun kecamatan Tambang, meliburkan siswa kelas I sampai dengan kelas III, karena kabut asap sudah mempengaruhi aktivitas belajar siswa.

Menurut salah seorang guru SDN 034 Tarai Bangun Yoserizal SPd, keputusan untuk meliburkan siswa tersebut diambil karena kabut asap yang semakin pekat akhir-akhir ini.

"Banyak siswa yang mengeluh matanya perih dan juga permintaan orangtua murid yang melihat kondisi udara semakin buruk. Memang anak-anak rentan sakit ISPA akibat asap ini," kata Yoserizal.

Seorang wali murid kelas V SDN 034 Tarai Bangun, Ningsih (36) menyatakan, keputusan sekolah untuk meliburkan siswa sangat tepat, karena kondisi udara saat ini buruk bagi kesehatan anak-anak.

"Namun sangat disayangkannya karena keputusan meliburkan siswa tidak pada anak-anak kelas IV sampai dengan VI, karena menurut saya anak-anak tersebut juga merasakan kualitas udara yang buruk di sekolahnya," ujar Ningsih.

"Kita saja orangtua kalau berada di luar ruangan, mata kita terasa perih dan nafas kita sesak, apalagi anak-anak kelas IV sampai V, mereka masih anak-anak juga dan rawan juga, harusnya juga diliburkan," pungkasnya. (nova)

Tag:libur
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)