Revolusi Pertanian Desa: Gebrakan Budidaya Bawang Merah Oleh Mahasiswa Kukerta MBKM Agroteknologi UNRI, Manfaatkan Kompos Sekam Padi di Desa Sungai Pinang Rohil

datariau.com
1.387 view
Revolusi Pertanian Desa: Gebrakan Budidaya Bawang Merah Oleh Mahasiswa Kukerta MBKM Agroteknologi UNRI, Manfaatkan Kompos Sekam Padi di Desa Sungai Pinang Rohil

ROHIL, datariau.com - “Kami siap kerahkan tenaga!” ujar Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sungai Pinang, Jumani pada pagi Senin itu (5/8/2024).

Air mukanya penuh antusiasme. Fakta bahwa hadirnya kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat memberi peluang kemajuan bagi desa serta gapoktan asuhannya memberi percikan semangat tak hanya pada dirinya, namun juga warga yang turut hadir di Ruang Sekretariat Desa Sungai Pinang tersebut.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat ditaja oleh Mahasiswa Kukerta MBKM Agroteknologi serta Tim Dosen Fakultas Pertanian UNRI. Tajuk kegiatan ini “Peningkatan Produksi dan Pendapatan Petani Bawang Merah melalui Pemanfaatan Kompos Jerami Padi dan Pupuk NPK di Desa Sungai Pinang”.



Total 40 orang peserta, mulai dari anggota gapoktan, perwakilan warga tiap dusun, hingga para perangkat desa dilibatkan. Turut pula dihadiri Kepala Desa, Pengawas Lokal Desa, Penyuluh Pertanian Lapangan, hingga Kepala Gapoktan Desa Sungai Pinang.

Kegiatan ini sukses mewadahi segala yang menjadi tanda tanya masyarakat perihal budidaya bawang merah dan pemanfaatan sekam padi menjadi kompos. Pasalnya, dominasi sektor pertanian Desa Sungai Pinang berorientasi pada kelapa sawit, hingga tak ayal menyalakan antusiasme dalam menyambut pengembangan komoditi baru di desa mereka.

“Besar harapan kami pada kegiatan ini. Harap-harap kalau berhasil bisa jadi potensi baru di Sungai Pinang yang mayoritasnya petani sawit ini,” kata Kepala Desa Sungai Pinang, Hidayatullah berujar dalam sambutannya. “Kalau bisa capai panen raya, bukan Sungai Pinang lagi namanya, tapi Sungai Bawang,” lanjutnya dengan kelakar mengundang gelak seisi ruangan.



Ir Ardian MS selaku dosen Fakultas Pertanian UNRI, terjun langsung dalam pemaparan materi hingga demonstrasi tahap-tahap budidaya bawang dan pembuatan kompos sekam padi. Hal ini disambut baik para warga, mengharap kolaborasi nyata bertukar ilmu antara pakar akademis dan masyarakat pekerja lapangan.

“Hal seperti ini jarang-jarang terjadi di desa kita ini, apalagi untuk memajukan sektor yang belum pernah kita sentuh, yaitu bawang. Semoga dengan bantuan Pak Dosen bisa berhasil dan cocok di masyarakat,” ujar Amad Nurani, Pengawas Lokal Desa Sungai Pinang.

“Walau waktu singgah mahasiswa KKN hanya tinggal menghitung minggu, sedang masa tanam bawang ini bisa sampai 2 bulan lamanya, tapi harapannya tidak terputuslah komunikasi antar kita. Agar bisa selalu dimonitor, kami mengurus lapangan, mahasiswa dan Pak Dosen memberi masukan,” tutur Jumani, mengundang anggukan setuju para warga.

Diadakannya kegiatan ini tak hanya menyalakan gairah bertani masyarakat ditengah gempuran alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit, namun juga membangun kembali harapan pengembangan sektor baru sebagai pijakan awal revolusi pertanian desa. ***

Penulis: Nur Hidayatullah (Mahasiswa Agroteknologi UNRI 21)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)