PEKANBARU, datariau.com - Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Riau menggelar acara Praktikum Sastra ke-32. Acara yang digelar selama empat hari, mulai 5-8 Maret 2024 mengusung tema "Wajah Sastra dalam Seni dan Budaya Bangsa Indonesia."
Praktikum Sastra menjadi kebanggaan Universitas Riau sebagai olimpiade terbesar dan tertua di kampus tersebut. Dalam edisi kali ini, acara tersebut menawarkan 11 cabang lomba yang menarik, dengan peserta dari berbagai tingkatan pendidikan.
Ada dua lomba untuk tingkat SD, dua lomba untuk tingkat SMP, dua lomba untuk tingkat SMA, satu lomba gabungan untuk tingkat SMP dan SMA, serta empat lomba untuk tingkat umum.
Berbagai cabang lomba yang dilombakan dibagi menjadi olimpiade offline se-Riau dan online se-Indonesia, membuka peluang bagi peserta dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dan berkompetisi dalam mengasah kemampuan sastra mereka.
"Praktikum Sastra menjadi momentum penting bagi para pecinta sastra dan budaya Indonesia untuk menampilkan kreativitas serta wawasan mereka dalam mengenali dan mengapresiasi karya sastra bangsa," ungkap Fitria Rahmawati selaku sekretaris pelaksana kepada datariau.com melalui rilis, Rabu (6/3/2024).
Antusiasme peserta terlihat dari beragamnya aktivitas yang diadakan selama acara, mulai dari lomba penulisan dan baca puisi, cerpen, solo melayu hingga lomba desain poster. Tak hanya itu, Praktikum Sastra juga menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan sastra Indonesia kepada generasi muda serta memupuk rasa cinta terhadap bahasa dan budaya bangsa.
Dalam rangka Praktikum Sastra ke-32 yang diadakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Riau, telah dilaksanakan sejumlah perlombaan yang menarik.
Lomba mendongeng tingkat SD berhasil menarik perhatian dengan diikuti oleh 14 peserta yang antusias untuk mempersembahkan cerita-cerita menarik kepada para penonton. Peserta-peserta ini menampilkan keterampilan bercerita mereka dengan penuh semangat dan kreativitas.
Sementara itu, lomba baca puisi tingkat SMA juga menjadi sorotan utama dengan diikuti oleh 44 peserta. Para peserta ini menggambarkan emosi dan makna puisi dengan penuh ekspresi, memberikan penampilan yang menginspirasi dan memukau.
Di sisi lain, lomba solo melayu tingkat umum turut menyita perhatian dengan partisipasi 21 peserta yang memukau. Mereka membawa ragam keindahan melalui lagu-lagu melayu, menghadirkan nuansa yang khas dan memukau bagi para penonton.
Dengan demikian, perlombaan ini telah memberikan kontribusi yang berarti dalam memperkaya dan memperkuat tradisi sastra dan budaya di lingkungan kampus serta menginspirasi generasi muda untuk terus mengembangkan bakat dan minat mereka dalam bidang sastra dan seni.
Semangat dan semaraknya Praktikum Sastra ke-32 Universitas Riau semakin memperkuat posisi acara ini sebagai wadah bagi para pemuda Indonesia untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap sastra dan budaya bangsa, serta memperkokoh jalinan persaudaraan di antara mereka.
Webinar Se-Asia Tenggara
Sebagai bagian dari rangkaian Praktikum Sastra ke-32, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Riau menggelar webinar se-Asia Tenggara bertajuk "Estetika Sastra Menjadi Cermin Identitas: Bahasa, Budaya, dan Jati Diri Bangsa."
Webinar yang digelar pada Ahad, 3 Maret 2024, dimulai pukul 08.00 WIB melalui platform Zoom Meeting, menarik perhatian para pecinta sastra dan budaya dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara. Acara yang gratis dan terbuka untuk umum ini menghadirkan sejumlah pemateri terkemuka di bidang sastra dan budaya.
Pemateri pada webinar kali ini antara lain Dr Mangatur Sinaga MHum, Dr Rudi Adi Nugroho MHum, Nurul Jamilah Rosly, Nik Abdul Rakib Bin Nik Hasan, dan Suraidi Sipan. Mereka membahas beragam topik menarik seputar gejolak kebebasan sastra dan kesunyian moral, estetika sastra sebagai wujud keindahan budaya, serta tantangan dan peluang budaya, sastra, dan cermin identitas bangsa di era digital.
Webinar ini tidak hanya menjadi wadah untuk mendalami pemahaman akan sastra dan budaya, tetapi juga sebagai forum untuk berbagi gagasan serta pandangan dari berbagai perspektif. Partisipasi yang aktif dari para peserta memberikan warna yang kaya pada diskusi yang berlangsung.
"Kami berharap melalui webinar ini, kita dapat lebih memahami peran estetika sastra dalam membangun identitas dan jati diri bangsa, serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi di era digital ini," ujar Surya Abdi Prahmana selaku panitia pelaksana.
Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, webinar se-Asia Tenggara ini berhasil meriahkan Praktikum Sastra ke-32 Universitas Riau, menjadikannya sebagai momentum penting dalam memperkuat kecintaan terhadap sastra dan budaya bangsa. ***