PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Kukerta UNRI Kelurahan Tangkerang Tengah tahun 2022 mengadakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari barang bekas yang bisa menghasilkan nilai usaha bersama tim penggerak PKK kelurahan Tangkerang Tengah.
Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan dalam program kerja yang telah ditetapkan. Kegiatan ini dilakukan dalam waktu sehari dengan metode demonstrasi kepada ibu ibu PKK di aula Kelurahan Tangkerang Tengah.
Pelatihan pembuatan kerajinan tangan ini dihadiri 8 perwakilan dari tim penggerak PKK, dan dibuka langsung oleh Lurah Tangkerang Tengah Rizki A SSos MIp, serta dibimbing langsung oleh 10 orang Mahasiswa Kukerta UNRI kelurahan Tangkerang Tengah.
Kegiatan ini dilakukan guna membantu dan memberikan manfaat serta pengetahuan dalam pengelolaan sampah bekas menjadi barang yang bermanfaat, bahkan bisa bernilai rupiah jika ingin dijual.
Permasalahan terkait sampah memang menjadi salah satu permasalahan yang cukup kompleks. Agar sampah yang dihasilkan bisa terus berkurang, tentu harus ada solusi untuk menanggulanginya, salah satunya dengan mendaur ulang sampah tersebut menjadi sesuatu yang bisa menghasilkan manfaat dengan mengembangkan berbagai ide ide kreatif.
Nah, kali ini pelatihan kerajinan tangan yang diberikan Mahasiswa Kukerta UNRI bersama ibu ibu pkk kelurahan Tangkerang Tengah yakni membuat kerajinan tangan berupa cermin hias dari barang bekas.
Dalam pelatihan ini, pembuatan cermin hias tersebut dibagi menjadi 3 kelompok, yakni kelompok 1 menggunakan sendok bekas, kelompok 2 menggunakan tali goni, dan kelompok 3 menggunakan lidi dan origami. Selain bahan bekas tersebut, dibutuhkan juga bahan bahan lain seperti kardus bekas, lem tembak, dan yang terpenting cermin yang bisa dibeli sebelumnya atau bisa menggunakan cermin yang ada di rumah.
Cara pembuatan cermin hias ini cukup mudah, adapun cara pembuatannya yakni dimulai dengan cermin, di pelatihan kali ini cermin yang digunakan berdiameter 20 cm, untuk ukuran cermin bisa disesuaikan sesuka hati.
Lalu, potong kardus berbentuk sama dengan cermin, namun dengan ukuran yang lebih besar dari cermin, misalnya cermin ukuran diameter 20 cm, maka kardusnya bisa dengan ukuran diameter 25 atau 30 cm. Selanjutnya, lem cermin diatas kardus menggunakan lem tembak.
Dan jika sudah merekat dengan kuat, selanjutnya untuk pinggiran bisa dihias dengan menggunakan sendok bekas, tali goni, ataupun dengan lidi dan origami. Selain itu juga bisa menggunakan sumpit, pipet, dan lainnya sesuai dengan kreativitas masing masing. Jika sudah dihias, bisa diberi gantungan dibelakangnya dengan menggunakan tali goni yang dijalin, lalu direkatkan dengan menggunakan lem tembak.
?Sebelumnya, terimakasih kepada anak anak Mahasiswa Kukerta UNRI atas ilmunya, karena kegiatan ini sangat bermanfaat untuk kami khusunya tim penggerak PKK, dikarenakan dalam waktu dekat akan ada kegiatan yang akan dilaksanakan oleh kecamatan yakni JAMBORE namanya, dan hasil hasil dari kerajinan tangan yang kita buat ini nantinya bisa diperlihatkan ataupun bahkan bisa untuk kita perlombakan,? ujar Bu Een Yuliana selaku wakil I tim penggerak PKK Kelurahan Tangkerang Tengah.
Selain menambah pengetahuan, kerajinan tangan yang dibuat ini juga dapat menghasilkan uang, serta menjadi salah satu peluang pembuka lahan rezeki dan pembuka lahan pekerjaan jika ditekuni.
?Menurut saya, pelatihan pembuatan kerajinan ini merupakan kegiatan yang memberikan ilmu yang sangat bermanfaat, karena sebenarnya jika dibeli diluar sana, cermin hias ini harganya bisa mencapai diatas 200 ribu rupiah, dengan adanya pelatihan ini, mereka bisa mencoba dan menerapkan pembuatannya dirumah, atau bahkan dijual kembali sehingga bisa menghasilkan uang, kalau kata anak sekarang bisa menghasilkan cuan,? tambah Lurah Tangkerang Tengah.
Penulis: Tia Azrillia (Mahasiswa Kukerta UNRI Balek Kampung Kelurahan Tangkerang Tengah 2022)