Pemanfaatan Olahan Pangan Bayam Brazil Pencegahan Stunting oleh Mahasiswa Kukerta Universitas Riau

Hermansyah
1.203 view
Pemanfaatan Olahan Pangan Bayam Brazil Pencegahan Stunting oleh Mahasiswa Kukerta Universitas Riau
Mahasiswa Kukerta UNRI di Kampung Lubuk Dalam, Siak.

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau di Kampung Lubuk Dalam, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak melakukan sosialisasi stunting dan praktik pembuatan olahan pangan berbahan dasar bayam Brazil (Alternanthera Sissoo).

Pencegahan Stunting dilakukan di sekitaran pemukiman warga Kampung Lubuk Dalam bersama ibu-ibu RT001 Kampung Lubuk Dalam. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan meningkatkan gizi makanan pada anak usia balita dengan membuat makanan olahan pangan.

Dimana olahan pangan yang dibuat langsung oleh mahasiswa/i Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) yaitu, bola-bola bayam Brazil sebagai bahan dasar utama olahan pangan pencegahan stunting.

Bayam brazil (Alternanthera Sissoo) merupakan salah satu tanaman langka di Indonesia. Bayam brazil memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi kesehatan, karena memiliki kandungan vitamin dan mineral yang tinggi.

Menurut Rukmana (2008) Kandungan vitamin A, vitamin B, vitamin C, asam folat, antioksidan, dan zat besi pada bayam brazil sangat berguna dalam pertumbuhan.


Hal ini yang menjadi latar belakang mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau menghadirkan inovasi berupa bola-bola bayam Brazil sebagai pencegah dan penanganan kasus stunting di Kampung Lubuk Dalam saat ini.

Bayam Brazil yang melimpah di Kampung Lubuk Dalam menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau, tanaman yang biasanya dijadikan sebagai sayur pelengkap makanan kini bisa diolah menjadi berbagai cemilan yang memiliki banyak manfaat dan memiliki harga jual.

Olahan pangan bola-bola bayam merupakan program kerja, Kuliah Kerja Nyata dengan memanfaatkan tanaman bayam Brazil yang ditanam di taman PKK Bougenville pasar baru Kampung Lubuk Dalam.

Selain itu, olahan makanan ini merupakan salah satu pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan sekumpulan tumbuhan atau tanaman yang dipetik untuk dipakai sebagai bahan pembuatan obat herbal untuk mengobati penyakit.

Tanaman TOGA bisa dibudidaya sendiri di rumah dengan memanfaatkan lahan sempit, salah satunya yaitu Bayam Brazil.


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau kampung Lubuk Dalam tergerak untuk meningkatkan nilai tambah tanaman pangan Bayam Brazil sebagai salah satu potensi kampung Lubuk Dalam dengan mengolahnya menjadi makanan cemilan bola-bola Bayam Brazil.

Kemudian bahan dan cara pembuatannya pun tergolong mudah dan dapat dimodifikasi disesuaikan dengan kebutuhan.

Selanjutnya, ibu-ibu dan para balita di sekitaran Kampung Lubuk Dalam ikut mencicipi bola-bola bayam Brazil yang sudah menjadi dan diharapkan agar ibu-ibu dapat termotivasi mencoba membuatnya sendiri dalam mencegah stunting pada anak balitanya.

Dengan adanya pembuatan bola-bola bayam Brazil oleh mahasiswa Kukerta Universitas Riau, diharapkan dapat memberikan ide dan motivasi kepada warga Kampung Lubuk Dalam untuk mengembangkan kreativitas nya membuat berbagai cemilan atau olahan pangan untuk pencegahan stunting pada balita.

Ketua kelompok Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau Ilham Yuda Pratama sangat berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan masyarakat setempat, karena telah memberikan izin sekaligus berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi dan pembagian olahan pangan bola bola bayam Brazil untuk pencegah stunting bagi anak usia balita di sekitar RT001 Kampung Lubuk Dalam.

"Semoga dengan adanya sosialisasi stunting yang diadakan di Kampung Lubuk Dalam ini, orang tua dapat lebih memperhatikan asupan gizi selama 1000 hari pertama kehidupan anak, yaitu 270 hari saat kehamilan dan 720 hari atau hingga anak berusia 2 tahun," kata Mahasiswi Jurusan Teknologi Pertanian Universitas Riau Ani Tiara, Senin (14/8/2023).

"Hal ini dapat mencegah terjadinya stunting pada anak sehingga dapat menyelesaikan masalah stunting pada anak," ucap Anggota Kuliah Kerja Nyata itu.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)