BENGKALIS, datariau.com-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Laksamana Politeknik Negeri Bengkalis kembali melaksanakan Temu Wicara Kenal Laksamana (TWKL) Angkatan ke-23 di Desa Teluk Pambang, Kabupaten Bengkalis, 3??"4 Oktober 2026.
Mengusung tema “Menapak Jejak, Membangun Persaudaraan dan Tumbuh Bersama dalam Mapala Laksamana”, kegiatan tersebut diikuti 15 calon anggota atau siswa peserta TWKL. Kegiatan turut dihadiri keluarga besar Mapala Laksamana, Anggota Kehormatan (AK), Dewan Kehormatan (DK), serta tamu undangan dari Mapala Bestari.
Pelaksanaan kegiatan di kawasan Desa Teluk Pambang juga mendapat dukungan dari Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), khususnya dalam kegiatan pengenalan lingkungan dan ekosistem mangrove.
TWKL menjadi salah satu tahapan pengenalan bagi calon anggota untuk mengenal lebih dekat Mapala Laksamana, mulai dari sejarah, profil organisasi hingga berbagai kegiatan yang selama ini dijalankan. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi, kebersamaan dan rasa kekeluargaan dengan anggota Mapala Laksamana dari berbagai angkatan.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemaparan mengenai profil dan sejarah Mapala Laksamana, divisi teknis serta pengalaman berkegiatan di alam bebas. Materi juga diperkuat melalui cerita dan pengalaman dari AK dan DK yang telah lebih dahulu menjalani berbagai proses dan perjalanan di Mapala Laksamana.
Peserta juga mendapatkan motivasi dari AK dan DK. Sesi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendengar secara langsung pengalaman, tantangan serta nilai-nilai yang perlu dimiliki dalam menjalani kegiatan di alam bebas maupun kehidupan berorganisasi.
Ketua Pelaksana TWKL Angkatan ke-23, Muhammad Arya Pratama, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi peserta untuk mengenal Mapala Laksamana secara lebih dekat.
“Melalui kegiatan TWKL ini, kami berharap teman-teman peserta tidak hanya mengenal Mapala Laksamana dari nama dan kegiatannya saja, tetapi juga dapat memahami bagaimana proses, kebersamaan dan rasa tanggung jawab yang ada di dalamnya. Semoga kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk kita bisa tumbuh dan belajar bersama,” ujar Muhammad Arya Pratama.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pengenalan ekosistem mangrove di sekitar Desa Teluk Pambang. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai kondisi lingkungan mangrove serta pentingnya menjaga keberadaan ekosistem tersebut.
Kegiatan lapangan tersebut menjadi pengalaman langsung bagi peserta untuk mengenal lingkungan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap alam. Dukungan LPHD Desa Teluk Pambang turut berperan dalam memberikan ruang pembelajaran bagi peserta selama berada di kawasan mangrove.
Suasana kekeluargaan semakin terasa melalui kegiatan sharing santai di sekitar api unggun. Peserta, anggota, AK, DK dan tamu undangan saling berbagi cerita serta pengalaman dalam suasana yang lebih akrab. Momen tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan dan persaudaraan antaranggota.
Pembina Mapala Laksamana, Khairul Saleh, turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan TWKL Angkatan ke-23. Ia menilai kegiatan tersebut penting sebagai proses awal bagi peserta untuk mengenal organisasi, membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang mengenalkan Mapala Laksamana kepada peserta, tetapi juga menjadi proses untuk membangun karakter, rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan. Saya berharap peserta dapat mengikuti setiap proses dengan baik dan mengambil pengalaman yang nantinya dapat menjadi bekal selama berproses di Mapala Laksamana,” ujar Khairul Saleh.
Kehadiran tamu undangan dari Mapala Bestari turut menambah suasana kebersamaan. Silaturahmi antarorganisasi tersebut diharapkan dapat terus terjaga melalui berbagai kegiatan positif.