Mahasiswa UNRI Kunjungi UMKM Pantang Menyerah di Desa Koto Tinggi

datariau.com
1.478 view
Mahasiswa UNRI Kunjungi UMKM Pantang Menyerah di Desa Koto Tinggi

ROHUL, datariau.com - Mahasiswa KKN Universitas Riau terdiri dari Zikri Saputra selaku Ketua Kelompok, beranggotakan Ilham Salafi, Abdul Afif, Ria Rahmah, Maharani Afridilla, Azira Hizzati, Lintang Pramudita, Putri Aulia Ramadhani, dan Juli Najwa dibawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Mujiono SPd MM, melakukan kunjungan ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Dusun Luba Hilir Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah Kabupaten Rohul.

Kegiatan ini dilakukan sebagai wujud pegabdian mahasiswa terhadap masyarakat melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN). Saat melakukan kunjungan ke beberapa pelaku usaha UMKM di Dusun Luba Hilir, Mahasiswa UNRI diberikan arahan langsung oleh Pak Asmi Jumairi selaku Kepala Desa Koto Tinggi.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui bagaimana keadaan UMKM yang ada meliputi apa saja potensi yang dapat dikembangkan dari UMKM terkait untuk membantu mningkatkan usaha melalui pengembangan produk dan pemasaran produk.

Tujuan dari program kerja kunjungan ini adalah untuk membantu memperkenalkan UMKM milik masyarakat Desa Koto Tinggi agar lebih dikenal oleh masyarakat luas. UMKM ini didirikan pada tahun 2019 yang diketuai oleh ibu Sabarnis diawali dengan iseng-iseng yang kemudian membentuk sebuah kelompok bersama ibu-ibu warga desa koto tinggi yang sebelumnya diberi nama UKK.

Dan kebetulan ibu sabarnis ini pernah mengikuti kegiatan pelatihan dalam mengolah lidi limbah sawit menjadi piring. Hanya ibu sabarnis yang bisa dan ibu yang lain mulai belajar dalam pembuatan anyaman piring tersebut UMKM ini pernah mengikuti pelatihan pada acara Dasawisma.

UMKM ini terdiri dari 60 orang anggota dan diantaranya yang memiliki keterampilan merakit sebanyak 30 orang dikarenakan adanya kendala dalam waktu yang tidak cukup pada saat itu dan guru nya hanya 1 orang saja. Kemudian seiring berjalannya waktu ibu ibu yang mengalami kesulitan dalam merakit mulai meninggalkan UMKM ini dan mengalami penurunan dalam arti tidak memberikan keuntungan.

Sehingga ibu tersebut berpikir bagaimana solusi untuk bisa mengembangkan umkm ini.Sehingga ibu ibu ini mengajukan permohonan bantuan ke kantor kepala desa dan syukurnya pemerintah desa koto tinggi sudah memberikan bantuan berupa mesin pembersih lidi sawit tersebut.

Setelah dibersihkan menggunakan mesin, lidi tersebut masih diraut secara manual oleh ibu dikarenakan agar mendapatkan hasil lidi yang baik dan bersih. Dari penjelasan tersebut umkm ini diberi nama “UMKM Pantang Menyerah” yang dilihat dari semangat ibu yaitu yang tidak mudah menyerah untuk bisa mengembangkan umkm ini.

Untuk proses meraut lidinya membutuhkan waktu setengah jam untuk satu piring saja dan itu dilakukan oleh yang sudah ahli, sedangkan untuk ibu yang sudah tua membutuhkan waktu meraut sekitar 2 setengah jam. Untuk proses merakit piringnya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Saat ini umkm berjalan dengan 25 anggota yang aktif dimana 15 anggota aktif dilapangan dan 10 anggota aktif dirumah yaitu dikarenakan 10 anggota tersebut ada yang mengajar dan jualan di pasar.

Oleh karena itu, 10 orang yang aktif itu bekerjanya di rumah saja dengan cara lidi tersebut dibawa ke rumah dan dikerjakan di rumah masing-masing dan nantiya diantar ke tempat UMKM tersebut. Kegiatan umkm ini sudah memberikan keuntungan yaitu untuk membeli sembako bagi para anggota UMKM pantang menyerah Limbah lidi sawit tersebut didapat dari lahan hutan dan dari warga sekitar yang memiliki lahan sawit yang dijual kepada UMKM pantang menyerah ini yaitu dijual dengan harga Rp 4000-5000 per 1 kilo tergantung kebersihan dari lidinya dan terkadang warga tersebut menjual lidi tersebut yang sudah dibersihkan langsung olehnya.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)