Mahasiswa UMRI Sosialisasi Minuman Tradisional "Laksamana Mengamuk" di SMKN 2 Pekanbaru

datariau.com
392 view
Mahasiswa UMRI Sosialisasi Minuman Tradisional "Laksamana Mengamuk" di SMKN 2 Pekanbaru
Foto: Ricko Sholeh Pratama
Mahasiswa Akuntansi UMRI mengadakan sosialisasi bertajuk “Satu Rasa Seribu Cerita: Edukasi Budaya Melalui Minuman Laksamana Mengamuk” di SMK Negeri 2 Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Dalam rangka melestarikan kearifan lokal dan mengenalkan budaya kepada generasi muda, Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), mengadakan sosialisasi bertajuk “Satu Rasa Seribu Cerita: Edukasi Budaya Melalui Minuman Laksamana Mengamuk” di SMK Negeri 2 Pekanbaru, 23 Mei 2025.

Kegiatan ini dibimbing oleh dosen Ilham Hudi SPd MPd, diketuai Ricko Sholeh Pratama yang juga bertindak sebagai narasumber utama. Sosialisasi ini diikuti oleh delapan anggota kelompok yaitu Vitantri, Aulia Faradiva, Aulia Rahmadanti, Anisah Azzahra Lubis, Riska Nurazila, Nadia Thalia Ramadhani, dan Panca Hardian Putra. Seluruh anggota berperan aktif dalam menyukseskan jalannya acara.

Sosialisasi ini bertujuan mengenalkan minuman khas Riau “Laksamana Mengamuk” sebagai bagian dari budaya lokal yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal. Selain memperkenalkan cita rasa tradisional, kegiatan ini juga mengangkat cerita rakyat yang berkaitan dengan legenda budaya daerah.

Acara ini terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan menarik seperti pemaparan materi, kuis interaktif, slogan budaya, serta praktik langsung pembuatan minuman Laksamana Mengamuk oleh tim sosialisasi. Kegiatan berlangsung penuh semangat dan antusiasme dari siswa-siswi kelas XI jurusan Kimia Industri SMKN 2 Pekanbaru.

Dalam sesi pemaparan materi, Ricko menjelaskan asal usul nama “Laksamana Mengamuk” dan makna budaya yang terkandung di dalamnya. Ia menekankan pentingnya menjaga identitas budaya daerah sebagai bagian dari jati diri bangsa. “Melalui minuman ini, kita tidak hanya menikmati rasa, tetapi juga mengenang sejarah dan nilai budaya lokal,” ujarnya.

Kuis dan slogan budaya menjadi sarana interaktif yang memancing kreativitas siswa. Beberapa slogan menarik lahir dari kegiatan ini, yang mencerminkan semangat cinta budaya dan pelestarian kearifan lokal.

Puncak kegiatan ditandai dengan praktik langsung pembuatan es Laksamana Mengamuk. Siswa diajak mencicipi dan memahami bahan-bahan tradisional yang digunakan, seperti buah kuini, santan, dan gula, yang menjadi ciri khas minuman ini.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa Akuntansi UMRI berharap dapat menanamkan kecintaan dan kebanggaan terhadap budaya lokal di kalangan pelajar. “Kami ingin budaya ini terus hidup di tengah-tengah masyarakat muda, agar tidak tergerus zaman,” tutup Ricko Soleh Pratama.***

Penulis
: Ricko Sholeh Pratama
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)