PEKANBARU, datariau.com - Tim mahasiswa Prodi Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau yang terdiri atas Syafira Maisyarah, Rahma Arryani, Viona Sri Mayesa, Dhani Novita, Siwi Irfani, Zahra Azima, Riska Aprilia, Salsabila Arsyra, dan Nabillatul Fajri di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Ilham Hudi SPd MPd, melakukan kegiatan sosialisasi di Panti Asuhan An-Nisa Pekanbaru, pada 27 November 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, sekaligus bentuk kontribusi nyata mahasiswa Muhammadiyah dalam memberikan edukasi sosial yang bermanfaat.
Sosialisasi ini mengangkat tema “Peningkatan Kesadaran Masyarakat terhadap Bullying dan Ancaman Radikalisme: Upaya Edukasi Melalui Sosialisasi di Panti Asuhan An-Nisa untuk Menciptakan Lingkungan yang Aman dan Beretika.” Tema ini dipilih karena maraknya fenomena bullying dan meningkatnya potensi penyebaran radikalisme di kalangan remaja, khususnya melalui media sosial. Kedua isu ini memiliki dampak besar terhadap perkembangan mental, emosional, dan karakter anak-anak, sehingga penting untuk diberikan pemahaman sejak dini.

Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi mengenai apa itu bullying, bentuk-bentuknya, serta dampak psikologis dan sosial yang dapat ditimbulkan. Anak-anak diberikan contoh nyata, video edukatif, serta sesi tanya jawab interaktif untuk memastikan pemahaman mereka terhadap bahaya tindakan perundungan. Tim mahasiswa menekankan bahwa bullying bukan hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga bisa terjadi melalui ucapan, tindakan sosial, maupun media digital.
Selanjutnya, materi mengenai radikalisme disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak diedukasi tentang bagaimana radikalisme dapat masuk melalui lingkungan pertemanan, informasi yang salah, ajakan yang mengarah pada kekerasan, maupun manipulasi nilai agama. Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan yang tidak menakut-nakuti, tetapi mengajak anak-anak untuk lebih kritis, selektif, serta memahami nilai-nilai kebajikan dan kemanusiaan.
Untuk menciptakan suasana yang lebih engaging, tim mahasiswa mengadakan games edukatif, diskusi kelompok kecil, serta sesi berbagi pengalaman yang membuat anak-anak lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat mereka tentang bullying dan pergaulan sehari-hari. Kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun karakter dan rasa percaya diri anak-anak panti agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh perilaku negatif.
Kegiatan ditutup dengan penyampaian pesan moral bahwa setiap individu berhak merasa aman, dihargai, dan diperlakukan dengan baik. Mahasiswa juga memberikan motivasi agar anak-anak panti tumbuh sebagai generasi yang berakhlak, kritis, dan beretika, sesuai nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Pihak Panti Asuhan An-Nisa menyambut baik kegiatan ini dan berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.***