Mahasiswa Kukerta UNRI Sulap Sampah Plastik Menjadi Tempat Spot Foto Menarik di Sungai Subayang

datariau.com
1.948 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Sulap Sampah Plastik Menjadi Tempat Spot Foto Menarik di Sungai Subayang
Foto: Candra Firnanda
Sampah plastik yang sudah diolah menjadi ecobrick oleh Mahasiswa Kukerta UNRI akan disusun menjadi objek spot foto terbaru Sungai Subayang.

KAMPAR, datariau.com - Desa Tanjung Belit yang dikenal sebagai desa wisata dan menerima banyak pengunjung setiap harinya memiliki permasalahan inti, banyaknya pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

Permasalahan mengenai sampah plastik tiada pernah ada habisnya. Sampah plastik merupakan sumber utama penumpukan sampah di Indonesia, terlebih plastik adalah sampah yang sulit diuraikan dalam kurun waktu 1000 tahun.

Belum lagi, pemusnahan plastik dengan cara dibakar juga akan menimbulkan permasalaahan lain, seperti pencemaran udara.

Melihat peliknya permasalahan sampah plastik ini, Mahasiswa Universitas Riau yang mengikuti program Kukerta dan Yoskar Kadarisman selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) membantu warga Desa Tanjung Belit Kampar Kiri Hulu untuk mengatasi sampah.

Mereka membuat ecobrick, sebuah produk hasil olahan berupa sampah plastik yang dipadatkan menggunakan potongan-potongan plastik.

Ecobrick adalah cara mengolah sampah dengan memasukkan sampah plastik ke dalam botol bekas air mineral. Ecobrick dapat mengurangi sampah anorganik, seperti bungkus plastik yang sulit terurai di lingkungan.

Ecobrick ini sendiri memiliki banyak manfaat, seperti dapat dijadikan sebagai bahan dasar dalam membuat bangunan atau bisa juga untuk membuat furniture seperti kursi dan meja.

Namun, untuk kali ini mahasiswa berencana memanfaatkan ecobrick ini menjadi objek spot foto di salah satu spot foto terbaru Sungai Subayang.

Diakui Dedi Irawan, Ketua Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), sampah memang masih menjadi salah satu masalah di tempat wisata desa Tanjung Belit, karena masih ada saja pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

"Kami sudah meninjau langsung ke beberapa titik wisata di Desa Tanjung Belit, dan hampir semua titik tersebut memiliki permasalahan sampah yang berserakan, oleh karena itu kami mencari cara agar sampah tersebut bisa dimanfaatkan, jadi setelah dikumpulkan tidak langsung dibakar seperti yang biasa dilakukan masyarakat," kata Candra Firnanda, Koodinator Desa dari kelompok Kukerta UNRI Desa Tanjung Belit.

Diharapkan dengan dilakukannya inovasi ecobrick ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan sampah di desa Tanjung Belit, sehingga sampah-sampah yang dihasilkan tidak langsung dibuang menuju TPA atau dibakar, tetapi dapat dijadikan sesuatu yang lebih bermanfaat. (*)

Penulis
: Candra Firnanda
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)