Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Workshop Pembuatan Keripik Batang Pisang di Desa Maini Darul Aman

datariau.com
966 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Workshop Pembuatan Keripik Batang Pisang di Desa Maini Darul Aman

MERANTI, datariau.com - Kesejahteraan ekonomi dan pengurangan limbah pertanian menjadi fokus Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau tahun 2023.

Dengan tema "ketahanan ekonomi: membangun pondasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Industri Rumah Tangga, dan Kelompok masyarakat berbasis potensi desa," Kukerta UNRI 2023 membawa perubahan positif ke Desa Maini Darul Aman, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, dengan menghadirkan workshop pembuatan keripik batang pisang.

Batang pisang sering diabaikan sebagai limbah pertanian menjadi bahan utama dalam produksi keripik yang memiliki potensi ekonomi yang signifikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memahamkan masyarakat lokal tentang cara memanfaatkan limbah batang pisang sebagai sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Workshop yang diadakan pada 14 Agustus 2023 di Aula Kantor Desa Maini, mendapat sambutan antusias dari warga desa, Pelaku UMKM, dan Ibu PKK setempat.

Miftahul Jannah, salah satu mahasiswa Kukerta UNRI 2023 Desa Maini Darul Aman, memandu workshop tersebut.

Dalam workshop ini, Miftahul Jannah memberikan materi tentang potensi, kelebihan, dan kekurangan keripik batang pisang.

Setelah penyampaian materi, peserta dapat mempraktikkan pembuatan keripik batang pisang secara langsung.

Proses pembuatan keripik batang pisang terbukti sederhana dan tidak memerlukan modal besar.

Bahan baku berlimpah di sekitar desa, karena batang pisang banyak ditemukan di sana.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan peluang usaha baru bagi kelompok UMKM dan PKK di Desa Maini Darul Aman.

Proses pembuatan keripik batang pisang melibatkan langkah-langkah berikut:

1. Memisahkan pelepah dari batang pisang dan memotongnya sesuai ukuran yang dibutuhkan

2. Mengiris tipis pelepah pisang, mencucinya, dan meniriskannya

3. Membuat adonan tepung dengan perbandingan tepung tapioka dan tepung terigu (2:5) dan menambahkan bumbu seperti bawang putih bubuk, penyedap, dan garam

4. Membaluri irisan batang pisang dengan adonan tepung

5. Menggoreng dengan api sedang, mematikannya sebentar saat hampir matang, kemudian meniriskan

Meskipun proses produksi keripik batang pisang relatif sederhana, salah satu kendala yang dihadapi adalah masalah penirisan minyak.

Untuk mengatasi masalah ini, disarankan penggunaan alat seperti air fryer, mesin spinner, atau oven dengan suhu rendah.

Workshop ini juga mencakup penjelasan tentang pembuatan label UMKM oleh mahasiswa Kukerta Kinanthi Wahyu Waskitoningtyas.

Selain itu, kegiatan ini memberikan kesempatan untuk tanya jawab dan berakhir dengan pembagian sampel produk kepada peserta.

Produk potensi usaha keripik batang pisang, selain memberikan nilai tambah ekonomi, juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengolahnya sebagai cemilan di rumah.

Meskipun keripik batang pisang memiliki keunggulan dalam hal nutrisi dan harga jual, tantangan utama adalah penirisan minyak yang memakan waktu.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)