DATARIAU.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau bersama masyarakat Desa Tanjung Labuh membuat Taman Apotek Hidup.
Lokasi pembuatan Taman Apotek Hidup ini berada di samping kantor Desa Tanjung Labuh kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir.
Taman Apotek Hidup ini berisi tanaman-tanaman herbal seperti Lengkuas atau laos, Jahe, Sereh, Jahe Kencur, Temulawak.
Selain berfungsi sebagai obat-obatan yang berkhasiat untuk menyembuhkan dan mencegah penyakit, tanaman ini juga berfungsi sebagai rempah-rempah yang dapat digunakan oleh ibu rumah tangga dalam memasak.
Tujuannya adalah supaya menambah rasa, warna, dan aroma yang sedap pada masakan, menambah variasi dan cita rasa unik pada makanan dan menambah selera makan.
Pembuatan ini dilatarbelakangi oleh rencana Program Kerja pengabdian yang sejalan dengan permintaan dari salah satu warga Desa Tanjung Labuh.
Dalam pengamatan di Desa Tanjung Labuh, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, ditemukan bahwa di Desa tersebut terdapat banyak lahan potensial yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman obat atau yang dikenal dengan Apotek Hidup.
Tim pengabdian kepada masyarakat dari UNRI menunjukkan pentingnya pemanfaatan lahan untuk membantu warga desa dalam mengelola tanaman yang bermanfaat, dengan cara bersama-sama mendirikan Tanaman Apotek Hidup di lahan kosong yang bersebelahan dengan kantor Desa Tanjung Labuh.
Program kerja Pengabdian ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang tersedia, dan budidaya kebun tanaman obat ini dapat menjawab kebutuhan warga desa di Desa Tanjung Labuh, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Revitalisasi ini dilaksanakan pada tanggal 18 Juli sampai dengan 16 Agustus 2024 di Desa Tanjung Labuh.
Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan oleh mahasiswa Universitas Riau bersama warga Desa Tanjung Labuh.
Pada tahap awal dilakukan diskusi dengan perangkat desa terkait usulan program kerja mahasiswa dan mendapatkan masukan dari warga untuk memanfaatkan lahan yang ada.
Hasilnya, mahasiswa membuat Tanaman Apotek Hidup untuk meningkatkan potensi desa.
Selama proses perancangan Tanaman Apotek Hidup, mahasiswa UNRI secara langsung melakukan sosialisasi mengenai penyiapan lahan, pemilihan tanaman, dan tahapan pembuatan apotek hidup.
Proses pembuatan tanaman apotek memakan waktu selama 3 minggu. Hasil akhir dari pembuatan apotek hidup ini diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
Dengan adanya program ini dapat membantu masyarakat desa Tanjung Labuh untuk mempertahakan hidup sehat dan meningkatkan potensi sumber daya manusia sebagai peran penting bagi kehidupan yang berkelanjutan.
Selesainya pembuatan apotek hidup ini ditandai dengan peresmian tanaman apotek hidup desa Tanjung Labuh yang dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2024 yang diresmikan setelah upacara memperingati hari kemerdekaan Indonesia dengan simbolis pemotongan pita dan penyerahan tanaman mentoa kepada Kepala Desa Tanjung Labuh Suriyanto.
Selama Proses Pembuatan Tanaman Apotek Hidup tentunya ada berbagai resiko yang Tim Kukerta hadapi mulai dengan mencari bahan-bahan seperti bambu yang jarak untuk mencarinya terbilang cukup jauh dan kekeringan yang melanda pada dua minggu sebelum peresmian.
Namun hal ini tidak menjadi penghalang untuk tetap membangun tanaman apotek yang dapat menghidupkan potensi lokal yang berbasis pembangunan yang berkelanjutan.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang telah membimbing dan memberikan dukungan penuh kepada tim dalam menjalankan setiap program.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat juga menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan Pemerintah Desa Tanjung Labuh, Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, atas dukungan, bantuan, dan kesediaan yang senantiasa diberikan kepada mahasiswa Kukerta Universitas Riau, mahasiswa pertama yang mengabdi di desa ini.
Akhirnya, penghargaan yang sebesar-besarnya disampaikan kepada seluruh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau yang telah mengabdikan diri untuk mengabdi di Desa Tanjung Labuh selama menjalani seluruh program kerjanya.***