Mahasiswa Kukerta MBKM FISIP UNRI Kampung Dosan 2024 Gelar Forum Diskusi bersama POKDARWIS

datariau.com
1.310 view
Mahasiswa Kukerta MBKM FISIP UNRI Kampung Dosan 2024 Gelar Forum Diskusi bersama POKDARWIS
Foto: ist.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) MBKM Universitas Riau Kampung Dosan 2024 menggelar Forum Diskusi Bersama Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampung Dosan.

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) MBKM Universitas Riau Kampung Dosan 2024 menggelar Forum Diskusi Bersama Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Kampung Dosan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (30/10/2024) ini bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai strategi pengelolaan berkelanjutan untuk pengembangan pariwisata di Kampung Dosan, khususnya Taman Khalifah Sulaiman.

Acara yang diselenggarakan di Taman Khalifah Sulaiman ini dihadiri oleh Penghulu Kampung Dosan beserta perangkat kampung, POKDARWIS, BAPEKAM dan perwakilan pemuda. Mahasiswa Kukerta menghadirkan Nasya Nugrik MIP yang merupakan Penghulu Kampung Dayun sebagai pemateri.

Dalam paparannya, Nasya Nugrik menekankan tiga hal penting dalam pengelolaan organisasi pariwisata, yaitu truth (kesamaan tujuan) satu sama lain memiliki satu rasa, semua pihak sejalan, artinya penghulu dan pokdarwis memiliki semangat yang sama begitu juga sebaliknya, kemudian trust (saling percaya) dan transparansi sehingga ketika diberi kepercayaan maka di jaga, baik dari pokdarwis ke penghulu ataupun sebaliknya.

"Dalam sebuah organisasi, harus ada kesamaan tujuan, saling percaya, dan transparansi antara penghulu dan POKDARWIS. Hal ini akan berdampak pada pengelolaan yang baik dan berkelanjutan," papar Nasya Nugrik.

Selain itu, ia juga menyampaikan beberapa aspek utama yang harus diperhatikan dalam pengembangan destinasi wisata, seperti daya tarik, toilet, kebersihan, kesehatan, kelestarian lingkungan, serta pengembangan suvenir lokal dan digitalisasi.

Nasya Nugrik menekankan pentingnya memperhatikan faktor-faktor seperti daya tarik wisata, fasilitas, kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan. Selain itu, ia mendorong pengembangan suvenir lokal dan pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan dan pemasaran destinasi.

Ketua POKDARWIS Kampung Dosan menanyakan cara membuka kesadaran masyarakat dalam pengembangan wisata lokal. Menurut Nasya Nugrik, hal ini tidak mudah, namun dapat dilakukan dengan menambah SDM yang memiliki visi dan pemahaman yang sama.

"Tidak mudah membangun kesadaran masyarakat, tetapi kita dapat mulai dengan memilih lebih banyak orang yang memiliki semangat dan pemahaman yang sama dalam pengembangan pariwisata di kampung," jelasnya.

Dalam sesi diskusi, peserta juga membahas upaya memanfaatkan kemampuan dan potensi yang dimiliki Kampung Dosan untuk meningkatkan daya tarik wisata lokal. Berbagai ide dan masukan dari peserta diharapkan dapat memperkaya strategi pengembangan Taman Khalifah Sulaiman.

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan mahasiswa Kukerta MBKM Universitas Riau Kampung Dosan 2024 dalam mempersiapkan pengembangan Taman Khalifah Sulaiman sebagai destinasi wisata berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat Kampung Dosan. Melalui forum diskusi ini, diharapkan POKDARWIS dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dalam mengelola dan mengembangkan potensi wisata di kampung. (rls)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)