Mahasiswa Kukerta Lakukan Digitalisasi Pendataan Buku di Perpustakaan Anak Negeri Enam Tanjung Buluhcina

datariau.com
936 view
Mahasiswa Kukerta Lakukan Digitalisasi Pendataan Buku di Perpustakaan Anak Negeri Enam Tanjung Buluhcina

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dari Universitas Riau kembali menunjukkan kontribusi nyata mereka dalam pengembangan infrastruktur desa.

Kali ini, mereka mengarahkan perhatian mereka ke Perpustakaan Anak Negeri Enam Tanjung di Desa Buluhcina, Kabupaten Kampar, dengan melakukan digitalisasi pendataan buku.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan dalam mengelola koleksi buku yang ada.

Perpustakaan Anak Negeri Enam Tanjung sudah dikenal dengan koleksi buku yang beragam, mulai dari buku cerita, novel, hingga buku pengetahuan umum.

Pengelolaan perpustakaan yang sudah baik dari segi penyusunan dan pengkategorian buku masih menghadapi tantangan dalam hal pendataan manual.

Proses manual ini memerlukan waktu yang lama, terutama ketika harus mendata ratusan hingga ribuan buku.

Oleh karena itu, mahasiswa KKN bersama Dosen Pembimbing Lapangan memutuskan untuk memperkenalkan sistem digital yang dapat mempercepat dan mempermudah pendataan serta peminjaman buku.

Proses digitalisasi ini dimulai dengan penyortiran buku yang ada untuk menentukan kode buku yang akan dimasukkan ke dalam sistem.

Dalam proses ini, mahasiswa KKN memilih menggunakan software bernama SLiMS (Senayan Library Management System).

Software ini merupakan pilihan yang ideal untuk perpustakaan di tingkat desa karena kemudahannya dalam digunakan dan fitur-fiturnya yang lengkap.

SLiMS dipilih karena sangat cocok untuk pengguna pemula dan dilengkapi dengan berbagai fitur yang mendukung pengelolaan perpustakaan.

Salah satu fitur utama yang digunakan adalah pembuatan barcode, yang akan mempermudah proses peminjaman dan pendataan buku secara otomatis.

SLiMS menawarkan berbagai fitur yang sangat membantu dalam pengelolaan perpustakaan.

Selain fitur pembuatan barcode, ada juga fitur pendataan buku yang memungkinkan pengisian informasi penting seperti judul buku, nama pengarang, edisi dan tahun terbit, serta penerbit dan kota terbit.

Kode kategori buku juga bisa langsung dimasukkan saat proses pendataan, sehingga buku-buku tersebut akan otomatis tersusun sesuai dengan kategori dan nomor urutnya.

Dengan sistem ini, proses peminjaman buku menjadi lebih cepat dan efisien, serta meminimalisir kesalahan dalam pendataan.

Selain itu, diharapan bahwa ke depannya, perpustakaan ini tidak hanya menyediakan buku fisik, tetapi juga dapat menyediakan e-book yang bisa diakses dari mana saja, menjadikan perpustakaan ini lebih inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Langkah digitalisasi ini membawa dampak positif bagi masyarakat Desa Buluhcina. Tidak hanya mempercepat dan mempermudah akses ke buku, tetapi juga meningkatkan daya tarik perpustakaan, terutama bagi generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital.

Inisiatif ini juga menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat diintegrasikan dengan kearifan lokal untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

Inovasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN ini tidak hanya membantu memodernisasi perpustakaan Desa Buluhcina, tetapi juga membuka jalan bagi perpustakaan lain di daerah pedesaan untuk mengadopsi teknologi dalam pengelolaan mereka.

Dengan digitalisasi ini, Perpustakaan Anak Negeri Enam Tanjung tidak hanya menjadi pusat literasi, tetapi juga simbol kemajuan dan adaptasi terhadap perkembangan zaman, yang tetap menghargai dan melestarikan budaya membaca di tengah masyarakat.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)