BENGKALIS, datariau.com - Pada Selasa 1 Agustus 2023 lalu, sekelompok mahasiswa dari Universitas Riau (UNRI) yang sedang menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sungai Meranti, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pembuatan ecobrick.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mereka dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah plastik.
Kegiatan sosialisasi tersebut menjadi tanggung jawab utama para mahasiswa Teknik Lingkungan, yaitu Lili Arlin, Syafira Maharani, dan Mohd. Nur Fakhri. Mereka didukung oleh enam rekannya, yakni Muhamad Rahmad Dani, Yasir Hidayah, Ivonna Hawa Callista, Fatima Azzahra, Febri Fitriani, dan Hannisya Nadya Alzura, yang turut berkontribusi dalam menjalankan kegiatan tersebut.
Muhamad Rahmad Dani selaku ketua tim KKN kepada datariau.com menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk mengedukasi masyarakat, terutama para siswa, tentang dampak negatif dari plastik dan bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam mengurangi masalah sampah plastik. Dengan dukungan dari kepala sekolah Pesantren Al-Hasan Madani Hendri Lesmana, kegiatan sosialisasi ini pun mendapatkan sambutan positif.
Hendri Lesmana, yang juga merupakan kepala pesantren menyatakan bahwa kegiatan ini sangat konsisten dengan nilai-nilai pendidikan di pesantren. "Kegiatan ini sangat didukung oleh kami. Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan, ini juga terkait dengan mata pelajaran Pancasila yang mengajarkan tentang tanggung jawab terhadap alam dan sesama," ujarnya.
Selain sosialisasi di pesantren, tim KKN juga telah berkolaborasi dengan SMPN 9 Pinggir pada Sabtu 27 Juli 2023. Kegiatan tersebut melibatkan siswa-siswa kelas 7, yang merupakan generasi muda yang sangat penting dalam membentuk kesadaran lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, siswa-siswa diajak untuk berpartisipasi dalam pembuatan ecobrick sebagai langkah nyata dalam mengurangi sampah plastik.
Pembuatan ecobrick menjadi salah satu solusi kreatif dalam mengelola sampah plastik. Dengan mengumpulkan dan mengemas sampah plastik ke dalam botol plastik yang padat, ecobrick dapat digunakan sebagai bahan bangunan alternatif. Hal ini tidak hanya membantu mengurangi dampak negatif sampah plastik, tetapi juga menciptakan peluang baru dalam memanfaatkan limbah plastik.
Melalui kegiatan sosialisasi dan pembuatan ecobrick ini, para mahasiswa KKN UNRI di Desa Sungai Meranti telah berhasil menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Langkah-langkah kecil ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan di masa depan.
Langkah-langkah membuat ecobrick dari plastik bekas:
Ecobrick, solusi kreatif untuk mengurangi sampah plastik, dapat dibuat dengan langkah-langkah sederhana berikut:
1. Pilah dan Bersihkan Sampah Plastik
Kumpulkan berbagai jenis sampah plastik seperti kemasan makanan, botol minuman, dan kantong plastik.
Cuci bersih sampah plastik dengan sabun, lalu keringkan di bawah sinar matahari.
2. Sediakan Botol Bekas Air Mineral
Siapkan botol bekas air mineral berukuran 600 ml sebagai wadah untuk ecobrick.
Botol tidak perlu dicuci, tetapi bagian dalamnya harus kering.
3. Gunakan Tongkat untuk Memasukkan Plastik
Siapkan tongkat yang panjangnya dua kali lipat panjang botol air mineral untuk membantu mengemas sampah plastik.
4. Masukkan Sampah Plastik ke dalam Botol
Isi botol bekas air mineral dengan sampah plastik secara acak agar tampilan ecobrick menjadi berwarna-warni.
Isi botol dengan sampah plastik hingga penuh.
5. Padatkan Sampah Plastik
Gunakan tongkat untuk mendorong sampah plastik di dalam botol agar padat dan tidak ada rongga udara.
6. Timbang Setiap Ecobrick
Timbang setiap botol ecobrick, idealnya 200 gram per botol.
Sesuaikan isi botol jika beratnya kurang atau lebih dari 200 gram.
7. Simpan Ecobrick di Tempat yang Teduh
Simpan ecobrick di tempat yang teduh untuk mencegah penyusutan botol akibat sinar matahari.
8. Susun Semua Ecobrick
Setelah semua ecobrick selesai dibuat, Anda bisa menyusunnya menjadi benda atau bangunan, seperti dinding non-permanen, gapura, pohon, atau pagar mini.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda tidak hanya mengurangi sampah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menciptakan material yang dapat dimanfaatkan kembali dalam konstruksi.
Ecobrick merupakan langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan membantu mengatasi masalah sampah plastik. (*)