Kukerta MBKM Arsitektur UNRI Melaksanakan Pengabdian Konservasi Penataan Kawasan Rumah Lontiok sebagai Living Monument Wisata Arsitektur Tradisional Melayu di Kabupaten Kampar

datariau.com
838 view
Kukerta MBKM Arsitektur UNRI Melaksanakan Pengabdian Konservasi Penataan Kawasan Rumah Lontiok sebagai Living Monument Wisata Arsitektur Tradisional Melayu di Kabupaten Kampar

KAMPAR, datariau.com - Rumah Adat Lontiok merupakan salah satu peninggalan budaya berbentuk benda dengan konstruksi arsitektur yang berharga di Kabupaten Kampar.

Sebagai artefak arsitektur yang mencerminkan jati diri masyarakat yang saat ini mengalami degradasi kualitas bangunan dan tidak jelasnya ruang dalam kawasan.

Pada tahun 2023 melalui pendanaan DIPA LPPM 2023 skema Pengabdian Desa Binaan telah dilakukan pendampingan penyediaan dokumen konservasi rumah Lontiok yang dikelola Syarkawi dengan mitra Yayasan Kandil Kemilau Emas.

Sebagai kegiatan yang berkelanjutan maka kembali meraih pendanaan skema yang sama pada tahun 2024 difokuskan pada konservasi dengan pendekatan adaptasi fungsi pada kawasan Rumah Lontiok.

Muhd Arief Al Husaini ST MT selaku Ketua Pengabdian sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan Kukerta MBKM 10 SKS Arsitektur menyampaikan, bahwa kondisi kawasan saat ini yang tidak memiliki penaataan yang jelas, tidak adanya fasilitas penunjang wisata, permasalahan orientasi dan zonasi perletakan fungsi dalam kawasan yang tidak beraturan.

"Untuk itu kegiatan ini akan menghasilkan masterplan konservasi penataan kawasan Rumah Lontiok agar berkualitas dalam kegiatan wisata tradisonal Melayu dengan menghasilkan luaran modelling masterplan kawasan, Detil Engineering Design (DED), dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) masterplan kawasan Rumah Lontiok," terangnya.

Syarkawi selaku mitra pengabdian dan orang tua asuh Kukerta mengaktakan bahwa pelaksanaan pengabdian Arsitektur ini memberikan manfaat peningkatan pengetahuan dalam melakukan pelestarian Kawasan Rumah Lontiok dengan mendapatkan dokumen perencanaan yang bisa digunakan untuk proposal pendanaan kepada pemerintah atau lainnya dalam upaya pelestarian kawasan Rumah Lontiok.

"Pelaksanaan kegiatan kukerta ini terintegrasi dengan kegiatan pengabdian sehingga kami memperoleh ilmu dan pengetahuan dalam pelestarian ODCB di Kabupaten Kampar. Pelaksanaan pengabdian kukerta ini melalui tahapan pengumpulan data, pengukuran lapangan, modeling, dan perhitungan," kata Wahyu selaku Ketua Kelompok Kukerta.

"Dengan demikian, upaya pelestarian kawasan Rumah Lontiok di Pulau Belimbing Kampar bukan hanya sekadar proyek, tetapi sebuah investasi jangka panjang dalam pelestarian warisan budaya yang berharga bagi generasi mendatang," tutupnya. (rls)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)