Oleh: Rafika Harti Madya Sari

Kondisi Pembelajaran Murid SD Selama Pandemi

Admin
129 view
Kondisi Pembelajaran Murid SD Selama Pandemi
Ilustrasi (Foto: Kompasiana)

DATARIAU.COM - Saat ini Covid-19 menjadi pembicaraan yang tengah ramai di belahan bumi manapun, covid-19 masih mendominasi ruang publik. Dalam waktu singkat saja, namanya masih menjadi trending topik, dibicarakan di sana-sini, dan diberitakan secara masif di media cetak maupun elektronik, Di Indonesia sendiri, diberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

Karena Indonesia sedang melakukan PSBB, maka semua kegiatan yang dilakukan di luar rumah harus dihentikan sampai pandemi ini mereda, terlebih lagi pada dunia pendidikan di Indonesia saat ini sedang menghadapi permasalahan terbesar yaitu adanya pandemi covid- 19 peralihan ke proses pembelajaran dari rumah yang belum pernah terjadi sebelumnya berdampak luar biasa terhadap murid, orang tua, dan guru di seluruh negeri.

Keadaan ini sekaligus mengungkap jurang pendidikan antardaerah dan latar sosial-ekonomi di Indonesia yang mengakibatkan proses pembelajaran terbatas dari pembelajaran yang biasa dilakukan secara tatap muka harus berahli ke pembelajaran jarak jauh. Tidak adanya proses pembelajaran tatap muka secara langsung di sekolah tentu akan menyulitkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Tidak hanya guru, siswa juga mengalami kesulitan yang sama dalam memahami materi. Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut seperti kurangnya fasilitas yang dimiliki oleh siswa terutama pada siswa sekolah dasar dimana mereka sebelumnya masih banyak yang belum mempunyai alat komunikasi yang baik seperti smartphone kemudian penggunaan internet untuk melakukan proses pembelajaran daring.

Terkait hal itu, sudah menjadi tugas bersama yang harus segera diselesaikan, bukan hanya pemerintah namun sekolah dan guru ikut andil dalam hal ini serta harus memiliki inovasi tersendiri agar terciptanya proses pembelajaran yang diharapkan meskipun dalam situasi seperti ini.

Pada tanggal 24 Maret 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid. Dalam surat edaran tersebut dijelaskan bahwa proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dengan tujuan untuk memenuhi standar pendidikan melalui pemanfaatan Tekonologi Informasi dengan menggunakan perangkat komputer atau gadget yang saling terhubung antara siswa dan guru.

Pembelajaran yang dilaksanakan pada sekolah dasar juga menggunakan pembelajaran daring/jarak jauh dengan melalui bimbingan orang tua. Dengan pembelajaran daring siswa memiliki keleluasaan waktu belajar, dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Siswa dapat berinteraksi dengan guru menggunakan beberapa aplikasi seperti classroom, video converence, telepon atau live chat, zoom maupun melalui whatsapp group. Keberhasilan dari suatu model ataupun media pembelajaran tergantung dari karakteristik peserta didiknya.

Beberapa Teknologi Informasi yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dengan menggunakan e-learning merupakan jawaban dari permasalahan yang timbul akibat pandemic covid-19 ini menjadikan inovasi/solusi yang dimanfaatkan agar dalam pembelajaran peserta didik tidak tertinggal meski dalam situasi belajar yang tak memungkinkan untuk bertatp muka secara langsung.

E-learning adalah suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan tersampaikan nya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media jaringan komputer lainnya yang bisa di akses kapan pun dan dimanapun. Dalam rangka mengatasi dampak pandemi, pemerintah telah menyepakati beragam kemitraan. Bersama kemitraan dengan perusahaan teknologi pendidikan untuk penyediaan akses gratis ke platform belajar daring dan dengan operator telekomunikasi untuk pengadaan kuota internet gratis bagi guru dan murid.

Kegiatan belajar dapat berjalan baik dan efektif sesuai dengan kreatifitas guru dalam memberikan materi dan soal latihan kepada siswa, dari soal-soal latihan yang dikerjakan oleh siswa dapat digunakan untuk nilai harian siswa. Untuk anak sekolah dasar kelas I sampai III belum dapat mengoperasikan gawai (gadget) maka dari itu dibutuhkannya kerjasama antara guru dengan orang tua.

Jadi, dengan adanya kerjasama dan timbal balik antara guru, siswa dan orang tua yang menjadikan pembelajaran daring menjadi efektif. Keberhasilan guru dalam melakukan pembelajaran daring pada situasi pandemi Covid-19 ini adalah kemampuan guru dalam berinovasi merancang, proses pembelajaran, metode pembelajaran, dan aplikasi apa yang sesuai dengan materi dan metode. Kreatifitas merupakan kunci sukses dari seorang guru untuk dapat memotivasi siswanya tetap semangat dalam belajar secara daring (online).