Ketua BBI: Guru Bahasa Indonesia Sangat Dibutuhkan di Australia

mita
399 view
Ketua BBI: Guru Bahasa Indonesia Sangat Dibutuhkan di Australia
Foto: kapalperempuan.org
Ketua Balai Bahasa Indonesia: Amrih Widodo.

DATARIAU.COM - Ketua Balai Bahasa Indonesia (BBI) Amrih Widodo mengatakan, saat ini guru bahasa Indonesia di Australia sangat diperlukan karena jumlahnya sudah mengkhawatirkan.

"Kehadiran guru bahasa Indonesia khususnya di ibu kota Australia, Canberra, sangat diperlukan," kata Amrih dikutip kompas.com, dari laman resmi Kemendikbud Ristek, Sabtu (9/3/2024).

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memenuhi jumlah guru bahasa Indonesia di Australia. Duta Besar Indonesia untuk Australia Siswo Pramono mengatakan, pihaknya akan terus mendorong diskusi dengan pemerintah Australia untuk mencari jalan keluar agar ketersediaan guru bahasa Indonesia di Australia bisa terpenuhi.

"Ini adalah tanggung jawab kita bersama, dan kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan dalam konteks promosi bahasa Indonesia," ujar Siswo.

Selain jumlah guru, salah satu kendala berkembangnya minat belajar bahasa Indonesia adalah bahan ajar yang kurang sesuai konteks pembelajaran di Australia. Ketua BBI Perth Danielle Horne, mengatakan untuk menarik minat belajar bahasa Indonesia harus ada hal yang membangkitkan rasa senang anak-anak pada pelajaran bahasa Indonesia.

Adapun saat ini bahasa Indonesia telah menjadi mata pelajaran wajib utamanya pada level sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi di sana. Sehingga menurut Ketua BBI, siswa sekolah dasar bisa belajar bahasa Indonesia karena di sekolahnya masih mewajibkan untuk mengambil mata pelajaran tersebut, sementara jenjang lainnya bahasa Indonesia hanya menjadi mata pelajaran pilihan.

"Anak-anak perlu tahu untuk apa mereka belajar bahasa Indonesia. Sebagai contoh, anak-anak tertarik belajar bahasa Jepang karena mereka suka dengan manga, anime, yang membuat mereka ingin tahu bahasanya," kata Danielle.

"Sementara untuk bahasa Indonesia mereka tidak tahu apa yang menarik sehingga perlu memilih pelajaran tersebut di sekolah. Itu yang menyebabkan semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin sedikit siswa yang memilih bahasa Indonesia," lanjutnya.

Maka dari itu, Kemendikbud Ristek akan memfasilitasi guru-guru untuk menulis buku yang sesuai dengan konteks masing-masing negara.

"Setiap buku yang diterbitkan akan menjadi milik kementerian dan dapat digunakan secara luas," kata Kepala Badan Bahasa Kemendikbud, Aminudin Aziz.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)