Direktur LPDP: Jumlah Warga Indonesia Lulusan S2-S3 Hanya 0,5 Persen

mita
671 view
Direktur LPDP: Jumlah Warga Indonesia Lulusan S2-S3 Hanya 0,5 Persen
Foto: riaucerdas.com
Ilustrasi: mahasiswa wisuda.
DATARIAU.COM - Direktur Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Keuangan (LPDP) Dwi Larso mengatakan, saat ini jumlah lulusan S2 dan S3 di Indonesia masih sedikit. Menurut Dwi, jumlah lulusan S2 dan S3 di Indonesia saat ini baru sebesar 0,5 persen atau sekitar 1/5 persentase yang dimiliki Malaysia dan Thailand yakni sebesar 2,5 persen.

"Indonesia ini kan datanya memang masih tertinggal dari negara maju apalagi, dari negara tetangga kita aja, kita tertinggal jauh ya," kata Dwi Kamis, (7/3/2024) lalu.

Dikutip dari kompas.com, menurutnya jumlah warga Indonesia yang lulusan S2-S3 kita 0,5 persen. Sementara negara seperti Malaysia, Thailand sudah 2,5 persenlah. Sehingga bisa dikatakan Indonesia tertinggal 1/5-nya.

Dwi menerangkan, untuk mengejar ketertinggalan jumlah lulusan S2-S3 ia setuju untuk dengan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menambah dana abadi pendidikan di LPDP. Dwi mengungkapkan, menambah dana abadi LPDP terbilang masuk akal untuk menaikkan jumlah lulusan S2-S3. "Tapi namanya semangat (menambah) 5 kali lipat, menurut saya itu tepat sekali. Kita harus meningkat untuk mengejar ketertinggalan kita," jelas dia.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, jumlah penduduk usia produktif di Indonesia yang menempuh jenjang pendidikan S2 dan S3 masih terbilang sedikit. Presiden Jokowi menyampaikan, jika dirasiokan jumlah penduduk usia produktif Indonesia yang kuliah S2 dan S3 hanya sebesar 0,45 persen.

Hal itu diungkapkan Jokowi dalam acara pembukaan Konvensi XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia, Senin (15/1/2024).

"Rasio penduduk berpendidikan S2 S3 terhadap populasi produktif itu juga masih sangat rendah sekali. Saya kaget juga, kemarin dapat angka ini saya kaget, Indonesia itu di angka 0,45 persen," kata Jokowi .

Oleh karena itu, Jokowi akan segera mengambil kebijakan-kebijakan agar rasio penduduk berpendidikan S2 S3 terhadap populasi produktif bisa melonjak drastis.

Meski ia memahami kebijakan yang akan diambil nantinya akan memerlukan tambahan anggaran yang besar. "Enggak tahu anggarannya dapat dari mana, tapi akan kita carikan agar S2-S3 terhadap populasi usia produktif itu betul-betul bisa naik secara drastis," ungkapnya.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)