DATARIAU.COM-Biologi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari kehidupan dan berbagai proses yang terjadi di dalamnya. Dalam kehidupan sehari-hari konsep-konsep biologi sebenarnya sangat dekat dengan lingkungan sekitar yang dimulai dari pertumbuhan tumbuhan, sistem pernapasan manusia, hingga interaksi makhluk hidup dalam suatu ekosistem. Namun, dalam praktik pembelajaran di sekolah, biologi sering kali masih dianggap sebagai mata pelajaran yang sulit dan identik dengan hafalan konsep serta istilah ilmiah. Siswa merasa bahwa belajar biologi berarti menghafal berbagai istilah ilmiah, nama-nama organ tubuh, serta proses biologis yang kompleks. Kondisi ini sering kali membuat siswa kurang tertarik untuk mempelajari biologi secara lebih mendalam.
Padahal tujuan pembelajaran biologi tidak hanya menghafal fakta, tetapi juga memahami konsep serta mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran yang terlalu menekankan pada hafalan cenderung membuat siswa mudah melupakan materi yang telah dipelajari. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu membantu siswa memahami konsep biologi secara lebih bermakna.
Salah satu permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran biologi adalah pendekatan pembelajaran yang masih berpusat pada guru. Dalam pembelajaran yang bersifat teacher-centered, siswa cenderung hanya menerima informasi yang disampaikan oleh guru tanpa terlibat secara aktif dalam proses belajar. Akibatnya, proses pembelajaran sering kali hanya berfokus pada penyampaian materi tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi konsep secara lebih mendalam.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan model pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif. Salah satu model yang dapat digunakan adalah Problem Based Learning (PBL). Model ini mendorong siswa untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan fenomena nyata sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual. PBL adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penyelesaian masalah nyata yang relevan dengan kehidupan siswa (Rahmwati & Nurcahya, 2025). Melalui pembelajaran berbasis masalah, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga didorong untuk berpikir kritis, menganalisis masalah, serta menemukan solusi secara mandiri. Proses ini memungkinkan siswa untuk membangun pemahaman konsep secara lebih mendalam.
Selain itu, pembelajaran berbasis masalah juga terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep biologi siswa. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa, Penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran biologi terbukti menyumbangkan dampak yang positif pada peningkatan pemahaman konsep siswa (Rahmwati & Nurcahya, 2025). Tidak hanya model pembelajaran, kegiatan praktikum juga memiliki peran penting dalam pembelajaran biologi. Melalui kegiatan praktikum, siswa dapat melakukan pengamatan secara langsung terhadap fenomena biologis yang sedang dipelajari. Pengalaman belajar secara langsung ini dapat membantu siswa memahami konsep biologi secara lebih nyata dan mendalam, serta penerapan pembelajaran praktikum dapat meningkatkan keterampilan proses sains siswa (Juraidah et al., 2023).
Keterampilan proses sains tersebut meliputi kemampuan mengamati, mengklasifikasi, mengukur, serta menarik kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan. Dengan begitu, siswa tidak hanya menghafal konsep, tetapi juga memahami bagaimana konsep tersebut bekerja dalam kehidupan nyata. Kegiatan praktikum, guru juga dapat memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar biologi. Lingkungan alam merupakan laboratorium alami yang kaya akan objek pembelajaran. Melalui pengamatan terhadap tumbuhan, hewan, maupun interaksi antar makhluk hidup dalam suatu ekosistem, siswa dapat memahami konsep biologi secara lebih kontekstual. Pembelajaran yang mengaitkan konsep dengan kehidupan nyata juga dapat meningkatkan minat belajar siswa. Ketika siswa melihat bahwa materi yang dipelajari memiliki hubungan dengan kehidupan sehari-hari, mereka akan lebih termotivasi untuk memahami konsep tersebut secara lebih mendalam.
Pembelajaran biologi seharusnya tidak hanya berfokus pada kemampuan menghafal konsep, tetapi juga pada pemahaman yang mendalam mengenai berbagai fenomena kehidupan. Melalui pembelajaran yang bermakna, siswa dapat menghubungkan konsep yang dipelajari dengan pengalaman serta kehidupan sehari-hari sehingga pengetahuan yang diperoleh menjadi lebih relevan dan mudah dipahami. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan kontekstual. Dengan memanfaatkan berbagai strategi seperti pembelajaran berbasis masalah, kegiatan praktikum, serta pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar, pembelajaran biologi dapat menjadi lebih menarik dan bermakna bagi siswa.
Pada akhirnya, pembelajaran biologi yang bermakna diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu serta kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.
*)Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau