Sepakbola Inggris, Gemerlapnya Liga dan Timnas Yang Kering Prestasi

Mahdi Andela
1.384 view
Sepakbola Inggris, Gemerlapnya Liga dan Timnas Yang Kering Prestasi

Sebagai sebuah tim besar, pencapaian Inggris di level Eropa tidak mampu memenuhi ekspekatsi fansnya. Inggris yang kerap melahirkan sejumlah bintang di setaip eranya, belum pernah mencicipi manisnya gelar Euro. Sejak turnamen terbesar antar negara-negara Eropa ini digelar, Inggris hanya mampu menjadi juara tiga pada Euro 1968 dan semifinalis saat turnamen itu di gelar di negaranya pada tahun 1996 yang saat itu tersisih oleh Jerman di Semifinal.

Kekalahan dari Islandia di fase Knock Out Euro 2016 menambah catatan kelam timnas Inggris di kancah Internasional.

Gemerlapnya Liga Primer Inggris ditenggarai menjadi salah-satu penyebab prestasi timnas jalan ditempat. Banyaknya pemian impor yang menempati posisi-posisi kunci di klub-klub besar Inggris menjadi tembok penghalang lahirnya talenta-talenta muda Inggris. Lihat saja Manchester City, Hanya ada Joe Hart dan Raheem Sterling yang mengisi starting XI, selebihnya formasi inti dikuasai pemain-pemain asing pada sosok Kompany, Ottamendi, Bacary Sagna, Kolarov, Yaya Toure, David Silva, Samir Nasri, Fernando, Aguero dan pemain asing lainnya. Kondisi ini juga hampir terjadi di klub-klub besar lainnya, seperti Arsenal, MU, Chlesea, Totenham. Bahkan klub-klub medioker juga dihuni mayoritas pemain asing.

Kondisi ini tidak pernah dimengerti klub dan operator liga inggris, karena bagi mereka keuntungan klub jauh lebih menggiurkan ketimbang memikirkan prestasi timnas yang notabene tanggung jawab FA (PSSI-nya) Inggris. Klub lebih tergiur dengan menjual hak citra pemain lewat penjualan jersey dan asesoris klub. Hak siar dan iklan juga menjadi pundi-pundi pemasukan klub selain gelontoran hadiah dari sebuah turnamen. Bagi mereka pemain asing berkualitas merupakan jalan pintas meraih prestasi klub sekaligus pundi-pundi poundsterling.

Fenomena ini seyogyanya menjadi pelajaran bagi timnas Indonesia. Liga Indonesia yang belum begitu glamour dan sepakbola Indonesia yang belum bisa dikatakan berada di level industri tentunya masih bisa ditata sebaik mungkin sehingga tidak berimbas pada mandeknya prestasi timnas. Aturan yang membatasi pemain asing dan aturan yang mengharuskan sebuah klub menurunkan pemain muda dalam sebuah pertandingan mungkin bisa mendorong munculnya talenta-talenta muda yang akan menghiasi skuad timnas.  Selain itu, tentunya kompetisi regular di setiap kelompok umur akan menjadi prioritas dalam membangun sebuah sistem yang kemudian bermuara pada prestasi timnas. 

Penulis
: Afrizal Meukek
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)