Pekanbaru, datariau.com - Keluarga Besar Mahasiswa Angkatan 2016 Semester VI Kelas F menggelar wisata edukasi di Museum Sang Nila Pekanbaru. Hal itu disampaikan Surya Febrireski Koordinator Kegiatan menjawab datariau.com Minggu (28/4/2019).
Menurut Surya, mahasiswa sangat antusias mengikuti kegiatan edukasi tersebut. Dengan adanya pembelajaran di luar ruangan membuat mahasiswa menjadi lebih santai dan juga bisa mengubah pola pikir mereka terkadang sempit dan menganggap aktivitas perkuliahan mutlak dilakukan di dalam ruangan.

Keterangan: Koordinator Museum Menjelaskan Sejarah Berdirinya Provinsi Riau
"Tentunya hal ini mendapat respon baik dari mahasiswa khususnya kelas 6F, mereka menjadi sadar bahwa untuk mendapatkan ilmu tidak selamanya harus berada di dalam kampus," jelas pemeran teater
Suci Ulandari Sekretaris Kegiatan Wisata Edukasi mengatakan, pembelajaran di luar kelas dengan cara mengunjungi museum merupakan metode pembelajaran yang sangat menarik dalam rangka menumbuhkan semangat belajar mahasiswa.

Keterangan: Pemaparan mengenai Situs Candi Muara Takus
"Bagi saya ini pengalaman belajar di luar kelas memiliki kesan yang jauh berbeda ketika belajar di dalam kelas. Belajar diluar kelas memberikan refreshing tersendiri apalagi di semester 6 ini yang penuh dengan tugas dan praktik," paparnya.
Uci sapaan akrab mahasiswa semester VI itu menyebutkan, kuliah di dalam kelas penuh tugas, praktikum, kadang-kadang menimbulkan rasa bosan yang akut dalam pikiran mahasiswa dan membuat pikiran jenuh.

Keterangan: Foto bersama di depan Situs Candi Muara Takus
"Setiap hari bertemu dengan orang yang sama, di tempat yang sama, dengan kegiatan yang hampir sama setiap harinya. Ketika ada dosen yang memberikan kami pilihan untuk belajar sekaligus penutupan perkuliahan membuat saya dan kawan kawan sangat senang apalagi dengar salah satu pilihannya ke museum sang nila utama," jelas mahasiswa pemuncak praktikum pembelajaran berbicara itu.
Setelah berkunjung ke museum Sang Nila Utama, menurut Uci, dapat mengembalikan semangat mahasiswa terutama dalam menambah inspirasi dan memperluas pengetahuan tentang budaya dan sejarah yang terdapat Indonesia khususnya di Provinsi Riau.

Keterangan: Tulisan Sangskerta pada arca
"Dan yang terpenting bagi kami semua dengan adanya kegiatan ini kami menjadi bahagia dan senang seakan memiliki semangat baru dalam mengikuti proses perkuliahan. Terima kasih bapak pembimbing telah memberikan kami kesempatan untuk belajar sekaligus refreshing," jelas Bendahara Bulan Bahasa Tingkat Asia Tenggara Periode 2018 Itu.
Endrizal Koordinator Museum Sang Nila Utama Provinsi Riau mengapresiasi kunjungan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UIR.
"Selamat datang di museum selamat menyaksikan koleksi yang ada disini. Ada berbagai koleksi peninggalan sejarah diantaranya mengenai situs candi muara Takus dan istana Siak," jelas pegawai yang telah mengabdikan diri selama 22 tahun di Pemerintahan Provinsi Riau itu.
Endrizal mengaku, akhir akhir ini pengunjung terbanyak ke museum berasal dari kalangan mahasiswa.
"Terutama dari dimahasiswa Universitas Islam Riau. Ini tentu membawa dampak positif bagi kedua pihak khususnya pada mahasiswa mereka bisa melihat langsung sejarah perkembangan manusia dengan mengamati sejarah yang pernah ada," sebutnya.
"Karena di dalam museum kita dapat menyaksikan berbagai bentuk peninggalan sejarah. Untuk itu mari sama-sama kita pelajari dan kita pahami bahwa Indonesia sangat kaya akan budaya dan sejarah," terangnya.
Mulyadi Saputra Camat Mahasiswa Angkatan 2016 turut mengapresiasi kegiatan wisata edukasi yang digelar di Museum Sang Nila Utama Pekanbaru. Menurut Mulyadi kegiatan tersebut sangat baik dilakukan dalam rangka meningkatkan wawasan mahasiswa di bidang sejarah khususnya mengenai Provinsi Riau.

Keterangan: Sejumlah Penerima Piagam Penghargaan Kategori Mahasiswa Aktif dan Berprestasi Praktikum Pembelajaran Berbicara
"Terkait dengan kegiatan kita tadi sangat bagus, karena tanpa disadari metode pembelajaran ini telah memberikan contoh kepada saya dan rekan-rekan mahasiswa untuk melihat sejarah Indonesia khususnya Riau secara langsung.
Kemudian sebut Mul sapaan akrabnya, selain memperoleh ilmu, mahasiswa juga mendapatkan hiburan dengan berkeliling dan melihat berbagai peninggalan sejarah dan kebudayaan Melayu.
"Kemudian ditutup dengan makan siang bersama itu sangat berkesan karena bapak pengajar telah memberikan contoh bahwa sebagai seorang pendidik, haruslah mengayomi serta mengajari mahasiswanya mengenai metode pembelajaran dengan berpegang teguh pada prinsip pendidikan yang luhur, arif dan bijaksana serta yang terpenting memiliki metode khusus untuk menarik minat mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan," papar mahasiswa kelahiran Lipatkain, 16 Juni 1997 itu.
Muhar Risna Pemandu Acara kegiatan wisata edukasi mengaku sangat gembira telah menjadi bagian dari proses pembelajaran yang telah dilaluinya.
"Apalagi tadi sebelum memulai proses pembelajaran kita memasuki museum. Ini adalah pengalaman pertama saya memasuki museum Sang Nila Utama. Ini pengalaman baru bagi saya," sebut Pemuncak Praktikum Pembelajaran Berbicara itu.
Menurut Muhar, kuliah di luar kelas tentunya memiliki kesan tersendiri bagi pribadi mahasiswa. Biasanya hanya menatap dinding kelas yang penuh dengan coretan dilengkapi warna yang itu-itu saja. Tentunya sangat membosankan.
"Namun kuliah di alam terbuka seperti mengunjungi museum secara langsung membuat mata kita lebih leluasa melihat kesana kemari, tentunya menambah inspirasi," papar Muhar.
Ditambah pepohonan yang hijau disekelilingnya membuat suasana belajar semakin menarik.
"Andai saya boleh menyarankan kepada pengajar yang lain untuk sesekali membuat kuliah di alam terbuka seperti yang dilakukan tadi. Pasti kuliah lebih menenangkan," sebut mahasiswa lulusan SMAN 2 Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti itu.
Yunita Sari mahasiswa Aktif dan Berprestasi Praktikum Pembelajaran Berbicara Kelas 6F mengaku lebih santai mengikuti proses pembelajaran di luar ruangan dibandingkan saat berada dalam kelas. Mengingat selama ini proses pembelajaran hanya terpaku dalam ruangan hingga menyebabkan rasa bosan pada mahasiswa.
"Saya sangat senang sekali kuliah di di luar kelas karena mampu membuat mahasiswa lebih rileks karena jarang-jarang dosen mengadakan kegiatan seperti ini. Hal ini mampu memperluas pengetahuan mahasiswa," tutupnya. (Abd)