Pekanbaru, datariau.com - Dalam rangka mempererat silaturahmi mahasiswa dan dosen, sejumlah mahasiswa Universitas Islam Riau melaksanakan kegiatan wisata edukasi di Taman Rekreasi Alam Mayang Pekanbaru.
Demikian disampaikan Suzasri Koordinator Kegiatan Silaturahmi mahasiswa menjelang penutupan proses pembelajaran semester genap tahun 2019 Universitas Islam Riau menjawab datariau.com Minggu (28/4/2019).
"Saya selaku ketua, sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut karena sangat baik dan apresiatif khususnya dalam mempererat silahturahmi antar dosen dan mahasiswa begitu juga sebaliknya," kata mahasiswa semester VI Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UIR itu.

Keterangan: Keluarga Besar Kelas 6E saat berada di Alam Mayang Sekaligus Mahasiswa Aktif dan Berprestasi
Menurut Zazri, mahasiswa sangat memerlukan metode pembelajaran di alam terbuka sebagai upaya memberikan edukasi sekaligus refreshing dari kejenuhan dalam ruangan.
"Terlebih pula mengingat kegiatan seperti ini jarang dilaksanakan. Bagi saya acara ini adalah acara yang mampu menyatukan mahasiswa apalagi ke depan mereka sudah dihadapkan dengan PPL, Skripsi serta hal lainnya, maka dari itu acara ini menjadi kenangan berharga serta semangat bagi kami mahasiswa semester 6," papar mahasiswa lulusan SMA Negeri 2 Bangko Pusako itu.
Hal senada diungkapkan Dianti Vanya Anugrah Bendahara Kegiatan, ia mengaku sangat senang bisa mengikuti metode pembelajaran yang dilaksanakan di luar kelas. Hal itu dapat menambah wawasan mahasiswa terutama memberikan suasana baru pada proses belajar mengajar.
"Dengan adanya kegiatan di luar kelas khususnya di alam terbuka itu membuat mahasiswa dan pengajar lebih akrab karena suasana baru bagi mahasiswa layaknya bermain dan bercanda gurau. Saya sebagai mahasiswa yang diajar berterima kasih karna bapak selaku dosen bisa membuat saya termotivasi sebagai calon pendidik," sebut mahasiswa Kelahiran Duri 25 Oktober 1998 itu.
Menurut Vanya sapaan akrabnya, selain sangat senang mengikuti kegiatan di luar kelas dirinya juga mengaku bangga karena mampu mengikuti proses pembelajaran dan mendapatkan penghargaan.
"Saya tidak menyangka bisa masuk kategori mahasiswa Aktif dan Berprestasi. Ini membuat mahasiswa bangga atas apa yang telah dicapai sekaligus bentuk penghargaan dari seorang pengajar pada prestasi mahasiswanya. Ini sangat jarang dilakukan oleh pengajar," paparnya.
Miss Sakeeyah Doloh mahasiswa asal Pattani Thailand mengaku sangat senang bisa mengikuti perkuliahan di Indonesia. Ia mulai tertarik belajar bahasa Indonesia semenjak masih berada di bangku sekolah menengah.

Keterangan: Miss Sakeeyah Doloh mahasiswa asal Pattani Thailand
"Terima kasih atas ilmu yang telah bapak berikan. Ceritanya adalah menurut saya kalau kuliah di luar kelas itu pikiran terbuka apa lagi saya seorang luar negeri kalau kuliah sama bapak di dalam kelas juga saya sangat senang dan mengerti dalam pembelajarannya," papar mahasiswa Semester VI Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UIR.
Hingga saat ini, sambung Sakeeyah, dirinya mulai lancar berbicara menggunakan bahasa Indonesia meski ada beberapa bagian yang belum ditempatkan pada kalimat dan posisi yang benar.
"Sekali lagi terima kasih," tegas mahasiswa kelahiran Yala Thailand 16 April 1995 itu.
Indah Lestari Peserta Kegiatan Silaturahmi turut bangga mengikuti metode pembelajaran di alam terbuka. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru, khususnya dalam upaya menciptakan suasana harmonis pada proses pembelajaran.

Keterangan: Mahasiswa Semester IV Kelas B usai gelar wisata edukasi
"Bukan tentang tempatnya tapi suasana yang diciptakan itu menjadi salah satu metode terbaik yang pernah saya rasakan selama kuliah," sebut mahasiswa semester IV itu.
Menurut mahasiswa lulusan SMKN 3 Padang Sidimpuan itu, kebanyakan pengajar tidak mampu menerapkan metode dan strategi yang cocok digunakan dengan jiwa mahasiswa milenial saat ini. Sehingga proses pembelajaran terkesan pasif dan tidak menggugah motivasi belajar.
"Selama ini mahasiswa hanya dituntut untuk aktif di kelas tanpa mempedulikan keadaan psikologis mahasiswa, jadi dengan adanya kegiatan seperti ini sangat membantu mahasiswa," papar mahasiswa kelahiran Pasaman, 25 Oktober 1998 itu.
Di tempat terpisah, Rintani Hidayat mahasiswa semester IV menyebutkan, proses pembelajaran di alam terbuka sangat menarik untuk dilakukan khususnya bagi kalangan milenial.
"Kegiatan terbuka di Alam Mayang kemarin sangat bagus karena mampu menjadi sarana mempererat dan memperkuat solidaritas dan silahturahmi mahasiswa Kelas 4B dengan pengajar," paparnya.

Keterangan: Mahasiswa Semester IV Kelas A saat berada di dalam kelas
Yusreza Koordinator Kelas 4A Angkatan 2017 sangat mengapresiasi proses pembelajaran yang telah diikuti selama satu semester. Menurut mahasiswa Pemuncak Praktikum Pengelolaan Pendidikan itu, penerapan metode langsung ditambah dengan sistem kredit poin dalam proses pembelajaran membuat mahasiswa menjadi interaktif.
"Saya perhatikan mahasiswa saat mengikuti pembelajaran di perkuliahan ini jauh lebih aktif dibandingkan dengan materi yang lain karena mahasiswa cenderung tertantang memunculkan ide-ide baru sehingga peserta didik merasa lebih semangat untuk aktif," jelasnya.
Ditambah dengan metode poin, sebut Reza, membuat mahasiswa lebih semangat dalam meraih prestasi, membangkitkan keberanian untuk menyampaikan pendapat lebih dimaksimalkan.

Keterangan: Para Pemuncak Praktikum Pengelolaan Pendidikan
"Dengan adanya reward yang diberikan kepada mahasiswa yang aktif didalam pembelajaran, mampu meningkatkan semangat apalagi bagi mahasiswa yang belum berani bicara bisa semangat untuk mau lebih aktif," pungkasnya. (Abd)