DATARIAU.COM - Merebaknya virus Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO (World Health Organization) hingga menimbulkan kegelisahan diseluruh penjuru dunia. Atas dasar kegelisahan ini, diperlukan peran untuk meminimalisir serta mencegah penyebaran virus.
Oleh karena itu, pada Senin (20/07/2020), Mahasiswa/i Kuliah Kerja Nyata Balek Kampung Universitas Riau 2020 melakukan sosialisasi terkait New Normal, Edukasi Pembuatan Hand Sanitizer alami dengan bahan utama daun sirih serta pembagian Face Shield kepada Ibu-ibu PKK di Kelurahan Tuah Madani, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.
Kegiatan ini melibatkan sepuluh orang mahasiswa/i diantaranya, Wahyu Rahmatullah, Mario Rizki, Muhammad Ilham, Ikram Rama Putra, Yuszuraini, Alena Alenka, Jihan Nadra Liani, Novita Sari, Yuli Desinta, Neni Frentina. Mahasiswa/i yang tergabung dalam Kukerta Balek Kampung ini berasal dari beberapa fakultas yang berbeda.

Mahasiswa /i Kukerta Balek Kampung 2020 di Kelurahan Tuah Madani berharap dengan adanya kegiatan sosialisasi dan edukasi ini dapat meminimalisir serta mengingatkan kembali kepada masyarakat mengenai bahayanya Covid-19 ini agar masyarakat tetap mentaati protokol kesehatan selama New Normal untuk mengurangi resiko tertular virus.
?Semoga dengan sosialisasi kali ini, masyarakat tidak seenaknya lagi keluar rumah tanpa menghiraukan protokol kesehatan,? tutur Mario Rizki, salah satu anggota tim Kukerta Balek Kampung 2020 di Kelurahan Tuah Madani.
Sosialisasi dan Edukasi ini dilakukan di Lantai dua Kantor Lurah Tuah Madani. Tim Kukerta bekerjasama dengan pihak kelurahan untuk mengarahkan ibu-ibu PKK mentaati protokol kesehatan terlebih dahulu sebelum diizinkan masuk.
?Biar nanti jadi kebiasaan ya bu,? tutur Alena, salah satu anggota Tim Kukerta kepada Ibu-ibu dan mengarahkannya untuk mencuci tangan, tetap menggunakan masker serta duduk dengan menjaga jarak.
Kegiatan ini dimulai pada pukul 14.00 s/d 15.30, yang dibuka dengan pengenalan Tim Kukerta Balek Kampung 2020, kemudian dilanjutkan kata sambutan dari Ibu Ketua PKK, dan langsung memasuki kegiatan pertama yaitu sesi sosialisasi yang bertemakan konsep new normal. Sosialasisasi ini di sampaikan oleh beberapa orang anggota Tim kukerta. Salah satunya Novita Sari menyampaikan mengenai pentingnya memahami konsep ?new normal? yang sebenarnya.
?Dek, kalau berpergian jauh terus singgah di tempat makan atau ibadah apa harus bawa peralatan sendiri? kan ribet,? tanya salah seorang ibu kepada Tim Kukerta. Menimbang penyebaran Covid-19 yang makin hari kian meningkat, kita perlu menjaga diri dan memastikan bahwa sesuatu hal itu aman untuk kita gunakan.
Kemudian kegiatan berlanjut dengan edukasi terkait pembuatan Hand Sanitizer dengan bahan utamanya daun sirih. Awalnya Tim Kukerta mengira edukasi ini tidak akan berlangsung lama karena tentunya ibu-ibu lebih tau terkait hal ini. Namun, tidak disangka banyak sekali pertanyaan yang muncul terkait takaran, fungsi, dampak dari penggunaan Hand Sanitizer alami ini.
?Dek, jangan cepat-cepat ya, ibu mau nyatat biar nanti bisa bikin di rumah,? sahut ibu-ibu yang duduk dibagian belakang.
Setelah sosialisasi dan edukasi ini selesai, kegiatan ditutup dengan pembagian Hand Sanitizer yang dibuat saat edukasi, dan juga pembagian Face Shield yang sebelumnya dibuat oleh Tim Kukerta sejak pagi.
?Senangnya udah dapat ilmu, dapat oleh-oleh juga,? tutur Ibu-ibu PKK.
Tim Kukerta berharap agar pembelajaran hari ini dapat diterapkan ibu-ibu dilingkungannya hingga protokol kesehatan selalu ditaati untuk mengurangi dan membasmi pandemi.(rls)