Diduga KMD di Kerinci Kanan Gunakan Dana BOS, Suhaimi: Dana Kurang, Kutip Dari Sini, Saya Tidak Pernah Perintahkan

Hermansyah
1.891 view
Diduga KMD di Kerinci Kanan Gunakan Dana BOS, Suhaimi: Dana Kurang, Kutip Dari Sini, Saya Tidak Pernah Perintahkan
Ilustrasi

SIAK, datariau.com - Sebanyak 170 peserta yang mengikuti kemah Khursus Mahir Dasar (KMD) dikenakan biaya sebesar Rp 850.000 perorang. Dan untuk menutupi kekurangan dana tersebut, diduga setiap peserta mendapat subsidi yang diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 100.000 perorang (perserta).

Adapun Kegiatan kemah KMD di Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak diketahui diadakan mulai tanggal 26 Oktober-6 November 2017 (2 season). Bahkan, pada kegiatan apel siaga iuran sebesar Rp 1.500 persiswa se-Kecamatan Kerinci Kanan yang mengutus Sekolah Dasar Negeri 02 (SDN 02) Seminai.

"Kita sudah koordinasi sebelumnya setiap peserta dikenakan biaya Rp 850.000, dan iuran itu dibayarkan secara bertahap (mencicil), kalau langsung berat pak, begitu," kata mereka (Kepsek). Menurut saya mereka tidak keberatan, karena keinginan sendiri. Sebab, kekurangan keuangan saya juga menambah sedikit dari kas UPTD Pendidikan Kerinci Kanan," kata Kepala UPTD Pendidikan H Suhaimi Mpd kepada datariau.com, Senin (6/11/2017) siang.

Ketika disinggung perihal subsidi yang diambil dari setiap peserta dengan menggunakan (mengambil) dari dana BOS sebesar Rp 100.000 tersebut, Kepala UPTD Pendidikan Kerinci Kanan Suhaimi Mpd membantah dan tidak mengetahui perihal kutipan sebesar Rp 1.500 persiswa. 

"Kalau soal kutipan sebesar Rp 1.500 dari mana saya tidak tau. Sebelumnya kita kan sudah berkoordinasi kepada pengurus Kwaran disini (UPTD Pendidikan)," ungkapnya.

"Dana kurang, kutip dari sini. Saya tidak pernah perintahkan," bantah Ketua Kwaran juga Kepala UPTD Pendidikan Kerinci Kanan H Suhaimi Mpd tersebut, Senin (6/11/2017) tadi siang.

Menurut keterangan dari salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya itu, diketahui oknum tersebut salah seorang guru di SD Negeri di Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak itu mengetahui persis perihal kutipan tersebut.

Sebelumnya dari kantor UPTD Pendidikan yang kemudian datariau.com bersama Ketua Lembaga Independen Forum Pemantau Pelaksanaan Otonomi Daerah (LIFPPOD) Kabupaten Siak melakukan investigasi ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 05 (SMPN 05) Kampung Simpang Perak Jaya. Mencoba untuk menemui Kepala SMP Negeri 05 inisial (Sm), namun Kepsek tersebut tidak berada ditempat. Lalu dicoba menghubungi melalui sambungan seluler ke nomor 0822-8505-xxxx hingga berkali-kali, nomor tujuan juga tersebut tidak aktif.

Selanjutnya mencoba menggali informasi dari keterangan narasumber tersebut, menuju Kepsek SD Negeri 02 Seminai berinisial (SW), namun tidak berada disekolah. Dan berkali-kali dihubungi melalui sambungan seluler ke nomor 0812-7650-xxxx juga tidak di angkat.

Hingga pukul 16.00 WIB, dihubungi kembali juga yang mengangkat adalah istri dari oknum Kepsek SMP Negeri 05 inisial (Sm) tersebut, mengatakan kalau handphonenya ketinggalan dirumah.

Dari pertemuan dengan Kepala UPTD Pendidikan H Suhaimi Mpd, hingga mencari keterangan melalui Kepsek SMP Negeri 05 yang merupakan Sekertaris Kwaran Kecamatan Kerinci Kanan, dilanjut menuju Bendahara Kwaran yang merupakan Kepsek SD Negeri 02 Seminai berinisial SW, diduga menghindar dari awak media.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)