Dewan Minta Pemerintah Kaji Ulang Urgensi Liburkan Sekolah

561 view
Dewan Minta Pemerintah Kaji Ulang Urgensi Liburkan Sekolah
Foto: kompas.com
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim memberikan sambutan dalam konferensi pers kerja sama antara Netflix dan Kemendikbud di gedung Kemendikbud, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

DATARIAU.COM - Wakil Ketua Komisi X Abdul Fikri Faqih menyarankan pemerintah daerah untuk mengkaji urgensi meliburkan sekolah dan kampus. Khususnya di daerah terdampak virus Corona untuk antisipasi penyebaran wabah.

"Kepala daerah dan dinas terkait bisa mengukur sejauh mana urgensi meliburkan sekolah, kampus, ataupun menutup wilayah keramaian lainnya berdasarkan kebutuhan, untuk saat ini belum perlu, dan semoga untuk seterusnya juga tidak," ujar Fikri kepada wartawan, Rabu (4/3).

Menurutnya, meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun kampus dalam masa karantina merupakan salah satu rekomendasi WHO untuk meminimalkan wabah corona.

Fikri juga meminta mitra kerjanya, Mendikbud Nadiem Makarim menerbitkan aturan sebagai pedoman prosedur pencegahan dan penanganan bagi seluruh institusi pendidikan. Formal maupun informal hingga perguruan tinggi. Untuk menghadapi wabah virus corona.

"Prioritas utama kemendikbud harus melindungi seluruh warga sekolah, siswa dan guru, serta civitas akademi di kampus mengantisipasi wabah virus corona," ucapnya.

Politikus PKS ini meminta ada antisipasi oleh institusi pendidikan terhadap corona. Dia meminta ada prosedur penanganan yang komprehensif, koordinasi penuh dinas pendidikan pusat dengan daerah, serta instansi yang menangani corona.

"Ini adalah kerja bersama pemerintah pusat dan daerah, khususnya untuk mencegah anak-anak kita terpapar wabah," ucapnya.

Sekolah dan kampus dapat menggalakkan edukasi hidup sehat. Misalnya sosialisasi cuci tangan, menyediakan desinfektan, makan bergizi dan rutin berolahraga.

"Kita harus menyadari bahwa dengan tubuh yang sehat melalui rutin berolahraga, maka dapat meminimalisir ancaman wabah virus seperti yang tengah melanda dunia saat ini," ucapnya.


Sekolah di Depok dan Jaksel Diliburkan

Sekolah Dasar IT Tahfidz Cahaya Quran Depok, Jawa Barat, meliburkan kegiatan belajar mengajar sejak Selasa (3/3). Pihak sekolahan meliburkan murid-muridnya lantaran untuk antisipasi penyebaran virus Covid-19 (Corona).

Wakil Kepala SDIT Tahfidz Cahaya Quran, Yuriza Aprilia mengatakan, siswa diliburkan setelah ada pengumuman soal dua warga yang terkena corona.

"Langkah memberikan libur ini upaya untuk memberikan ketenangan aja sih pada orang tua, karena sebelumnya viral (pengumuman pasien corona) di hari Senin, apalagi yang memberikan info Presiden," katanya, Rabu (4/3).

Sejak adanya dua warga yang terpapar tersebut, para wali murid merasa resah. Sehingga pihak sekolah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar sementara.

"Jadi yang tentunya berdampak pada orang tua, mereka khawatir, ya itu karena dipicu informasi pasiennya warga Depok. Jadi ya sudah kita liburkan dulu, kita berikan ruang dulu menenangkan keluarganya dan lain-lain," ungkapnya.

Dikatakan Yuriza, rencananya sekolah kembali aktif pada Kamis (5/3). Karena saat ini sejumlah guru dan staf sudah mulai beraktivitas seperti biasa. Nantinya, setelah para murid masuk, pihak sekolah akan segera melakukan sosialisasi terkait pencegahan dan bahaya corona.

"Strateginya nanti memberikan edukasi tentang corona, kami khawatir anak-anak tidak sebaik orang tua dalam mencerna persoalan. Jadi Kamis besok kami akan adakan edukasi melalui video dan praktik cuci tangan yang baik dan benar," tambahnya.

Tidak kalah penting, sekolah akan mengedukasi adab-adab tentang bersin dan batuk agar tidak menular. Siswa juga diimbau tidak bepergian jauh untuk sementara waktu.

"Jika nantinya ada anak yang ditemukan demam maka akan diistirahatkan di rumah. Intinya ini untuk memberikan ketenangan pada para orang tua. Kita juga sarankan mengurangi kontak fisik langsung, kami sarankan salaman dari jarak jauh dulu," pungkasnya.


Sekolah Internasional di Jakarta Selatan Libur selama 2 Minggu

Salah satu sekolah yang berada di kawasan Jakarta Selatan, ACG School diliburkan sejak Selasa (3/3) hingga Senin (16/3) mendatang.

Pantauan merdeka.com di lokasi, gerbang sekolah tersebut terlihat tertutup rapat. Ditambah lagi tidak adanya kegiatan belajar mengajar di sekolah bertaraf Internasional tersebut, yang terlihat hanya petugas jaga atau keamanan serta petugas kebersihan.

Mereka yang bertugas tersebut terlihat menggunakan penutup hidung dan mulut alias masker. Salah seorang sekuriti mengaku sekolah tersebut sudah diliburkan sejak Selasa.

"Libur dari kemarin sampai tanggal 16 Maret, yang ada cuma sekuriti sama cleaning service aja ini. Kalau sekuriti ada 14 orang, jaganya gantian," katanya.

Sementara itu, Shawn Hutchinson yang merupakan Kepala Sekolah ACG School Jakarta menjelaskan, pihaknya meliburkan kegiatan sekolah karena ada salah satu guru mereka sakit dengan gejala mirip flu dan sedang dicek laboratorium.

"Kami telah menulis surat kepada semua murid, orang tua, staf dan pemasok untuk memberi tahu mereka bahwa sebagai tindakan pencegahan, kami menutup ACG School, Jakarta, mulai 3 Maret 2020 sampai 16 Maret 2020," kata Shawn dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (4/3).

"Pada 2 Maret sore, kami diberi tahu bahwa salah satu staf kami dirawat di rumah sakit dengan gejala mirip flu dan sedang dites virus Covid-19. Kami berharap akan menerima hasilnya minggu ini," sambungnya.

Dengan adanya hal itu, pihaknya pun melakukan karantina kepada seluruh murid serta beberapa staf sekolah tersebut. "Sebagai tindakan pencegahan, kami telah menetapkan periode karantina selama 14 hari untuk seluruh murid dan staf, kecuali beberapa staf yang bertanggung jawab atas kebersihan, keamanan dan pelayanan utama lainnya" jelasnya.

Meski begitu, murid-murid tersebut tetap melakukan aktivitas belajarnya dari rumah masing-masing melalui platform belajar online milik ACH School Jakarta.

"Para murid akan tetap belajar dan mengerjakan tugas dari rumah melalui platform belajar online kami. Prioritas kami adalah keamanan dan kesehatan sekolah kami dan masyarakat luas," ungkapnya. (*)

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: https://www.merdeka.com/peristiwa/mendikbud-diminta-menerbitkan-pedoman-pencegahan-dan-penanganan-corona-di-sekolah.html
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)