PEKANBARU, datariau.com - Tanggal 28 Oktober diperingati sebagai Hari Bulan Bahasa sekaligus memperingati Sumpah Pemuda.
Dr Mangatur Sinaga MHum, Koordinator Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Riau (UR) mengatakan, bahwa tahun 2018 ini PBSI menggelar Bulan Bahasa mengangkat tema 'Memartabatkan Bahasa Indonesia sebagai Wujud Cinta Bahasa.'
"Ini sebagai bentuk tanggungjawab kita kepada masyarakat," kata pakar linguistik itu menjawab datariau.com, Kamis (25/10/2018).
Pengamat bahasa itu menuturkan, saat ini penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat cukup memprihatinkan.
"Terutama kesantunan dalam berbahasa di sosial media," sebut Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UR itu.
Mangatur menjelaskan, bulan bahasa yang diperingati setiap tahun di Universitas Riau khususnya di Prodi PBSI diharapkan mampu menjadi sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia terutama dalam bidang pendidikan bahasa.
"Tahun ini semoga dapat menerbitkan 50 buku, karena tahun 2017 lalu kita sudah menerbitkan 27 buku," kata Mangatur.
Terpisah, Rezki Ummi Safitri Ketua Pelaksana Kegiatan Bulan Bahasa Tahun 2018 mengatakan, sebagai pelaksana pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kualitas.
"Tahun ini kita berusaha membuat acara Bulan Bahasa ini lebih baik," kata mahasiswa semester V itu.
Menurut Umi sapaan akrabnya, Bulan Bahasa 2018 akan melaksanakan lomba antara lain, Lomba Baca Puisi, Tulis Cerpen, Tulis Puisi, Solo Pop, Pidato, Debat, Pewara, Desain logo, foto momen dan esai. "Ini merupakan kegiatan rutin tahunan," jelas Umi.
Pendaftaran lomba, sebut Umi, sudah dibuka sejak tanggal 17 September sampai 23 Oktober 2018. Umi menghimbau jika ada sekolah atau lembaga yang belum mendaftar agar segera menghubungi panitia.
"Insya Allah akan dimulai dengan acara pembukaan dan dilanjutkan dengan berbagai lomba yang sudah tertera," papar mahasiswa asal Selatpanjang itu.
Menanggapi acara BB UR, Fitriani Alumni PBSI asal Kabupaten Indragiri Hilir mengaku bangga melihat perkembangan UR khususnya Program Studi tempatnya dulu menimba ilmu. Apalagi sekarang PBSI akreditasinya sudah sangat baik.
"Temanya juga sangat menarik. Ada kalimat untuk adik adik panitia, Bekerjalah dengan cinta, wujudkanlah harapan melalui cinta, maka dirimu akan bahagia. Tersebab cintaku pada Bulan Bahasa, maka cintaku pada PBSI tetap melekat hingga akhir masa," sebut Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia itu secara puitis.
Maka, sambung Fitri yang juga Guru MGMP di Kabupaten Inhil itu, dirinya sangat mengapresiasi perkembangan PBSI yang kian meningkat.
"Bulan Bahasa ini adalah ciri khas Bahasa Indonesia. Ini tidak dimiliki oleh jurusan lain. Jadi, saya sangat bangga BB ini masih tetap eksis dan terus bertahan sampai sekarang," sebut ibu dua orang anak itu.
Hal senada diucapkan Melan Yulia mahasiswa asal Kota Pekanbaru itu menjelaskan, Bulan Bahasa merupakan ajang untuk mahasiswa mengekspresikan diri terutama dalam bidang bahasa dan sastra.
"Ini sangat baik, karena di acara inilah kita bisa menampilkan bakat yang kita miliki," tutur mahasiswa semester III itu.
Kedepan harap Melan, Bulan Bahasa kian berjaya dan mampu melahirkan serta memunculkan bakat-bakat yang dimiliki mahasiswa maupun keterampilan pada peserta didik terutama anak sekolah SLTP dan SLTA.
"Semoga bahasa Indonesia kedepan tetap menjadi bahasa yang dijunjung tinggi," tutupnya. (abd)