Bahaya Fanatik Kepada Satu Ustadz, Saat Salah Tetap Dianggap Benar

datariau.com
2.724 view
Bahaya Fanatik Kepada Satu Ustadz, Saat Salah Tetap Dianggap Benar
Dok Data Riau.
ILUSTRASI: Puluhan ribu jamaah memenuhi kajian Ustadz Firanda di Masjid Jami' Abu Ad Darda' Kota Pekanbaru. Kajian di masjid ini selalu ramai dengan mendatangkan berbagai ustadz yang diakui keilmuannya, alumni Universitas Madina dan lannya.

DATARIAU.COM - Tidak dibenarkan seorang yang fanatik terhadap satu ustadz, kemudian menganggap apa yang dikatakan ustadz tersebut pasti benar bahkan yang salah pun dibenarkannya.

Hendaknya kita sebagai penuntut ilmu agama bersemangat mencari guru yang bisa mengajarkan kita kebaikan dunia dan akhirat. Karena belajar dengan guru akan membuat kita lebih mudah dan lebih cepat memahami serta ada yang membimbing.

Akan tetapi, kita selayaknya tidak mencukupkan diri dengan satu guru saja, karena ilmu itu sangat luas, sampai-sampai ulama berkata, salah satunya adalah Hammad bin Zaid rahimahullah berkata,

إنك لا تعرف خطأ معلمك حتى تجالس غيره

“Sesungguhnya engkau tidak mengetahui kesalahan gurumu sampai engkau berguru dengan yang lain.”[1]

Berikut beberapa kisah ulama dengan jumlah guru mereka yang sangat banyak:

Dari Abdurrahman bin Abi Abdillah bin Mandah berkata,

وسمعت أبي يقول: كتبت عن ألف وسبعمائة. قال جعفر المستغفري: ما رأيت أحدًا أحفظ من أبي عبد الله بن منده، سألته يومًا: كم يكون سماعات الشيخ؟ قال: تكون خمسة آلاف منّ. قلت: المنّ يجيء عشرة أجزاء كبار.

“Saya mendengar ayahku berkata, “saya menulis/belajar dari 1.700 guru”. Ja’far Al-Mustaghfiri berkata, “saya tidak melihat seseorangpun yang lebih hapal dari Abu Abdillah bin Mandah, saya bertanya kepadanya suatu hari, “berapa yang anda pelajari dari para syaikh?”. Beliau berkata, “lima ribu mann”. Azd-Dzahabi berkata, “satu mann sama dengan 10 juz besar”.[2]

Ibnu An-Najjar berkata,

سمعت من يذكر أن عدد شيوخه سبعة آلاف شيخ وهذا شيء لم يبلغه أحد، وكان مليح التصانيف كثير النشوار والأناشيد لطيف المزاح ظريفًا حافظًا واسع الرحلة ثقة صدوقًا دينًا سمع منه مشايخه وأقرانه وحدثنا عنه جماعة

“saya mendengar ada yang mengatakan bahwa gurunya 7.000 syaikh dan tidak ada yang seperti ini. Karangannya sangat menarik dan tersebar/dia juga menulis syair ringan dan menghibur, seorang hafidz, sering berpetualang (menuntut ilmu), terpercaya dan jujur. Para guru dan orang yang sezaman dengannya belajar dari beliau dan begitupula sejumlah perawi.”[3]

Ibnu As-Sa’iy berkata tentang Ibnu An-Najjar,

قال ابن الساعي: اشتملت مشيخته على ثلاثة آلاف شيخ وأربع مائة امرأة

“Para guru Ibnu An-Najjar mencapai 3.000 syaikh dan 400 guru wanita.”[4]

Maka kita meski belajar ilmu agama dengan baik, tidak fanatik satu ustadz atau guru saja. Demikian semoga bermanfaat.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush shalihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.

Penyusun:  Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)