Sudah Dipecat, Pegawai Puskesmas Lirik yang Minta Uang Ambulan Rp8 Juta Dipekerjakan Lagi

datariau.com
2.671 view
Sudah Dipecat, Pegawai Puskesmas Lirik yang Minta Uang Ambulan Rp8 Juta Dipekerjakan Lagi

RENGAT, datariau.com - Masih ingatkah anda dengan salah seorang pegawai honor di Puskesmas Lirik yang dipecat Bupati Inhu karena berbuat kesalahan fatal, yakni minta Rp8 juta untuk ambulan, kini kabarnya sudah dipekerjakan lagi.

Alasan dikerjakan lagi pegawai honor ini karena di Puskesmas Lirik tidak ada pegawai laki-laki dan pihak puskesmas berinisiatif untuk menarik lagi pegawai yang sudah dipecat oleh bupati beberapa waktu lalu.

UPT Puskesmas Lirik dokter Prawira Nofa saat dikonfirmasi melalui selulernya, Jumat (10/3/2017) membenarkan bahwa pegawai tersebut sudah dipekerjakan kembali setelah dipecat dan benar saja, alasannya karena tidak ada tenaga laki-laki di puskesmas.

"Alasan saya pekerjakan karena tidak ada tenaga laki-laki di puskesmas. Dia diterima dengan membuat perjanjian, bila dia melakukan kembali kesalahan maka akan berurusan dengan penegak hukum," singkatnya.

Kebijakan ini tentu membuat heboh, pasalnya peristiwa pegawai tersebut meminta uang sewa ambulan Rp8 juta untuk mengantar mayat menjadi sorotan semua pihak di Kabupaten Inhu, bahkan bupati Inhu Yopi Arianto pun marah besar dan langsung memerintahkan pegawai itu dipecat, akan tetapi ternyata saat ini dipekerjakan kembali.

"Saya sama sekali tidak tahu. Jujur saja saya terkejut dengar adanya informasi bahwa tenaga honorer itu kembali dipekerjakan," kata Camat Lirik Suhadi SE MM.

"Padahal pemecatan pegawai honorer puskesmas itu atas perintah pak Bupati," ungkapnya.

Kondisi ini juga menjadi perhatian masyarakat Inhu. Dimana, kebijakan UPT dinilai tidak tepat karena seharusnya bukan mempekerjakan kembali pegawai yang dipecat melainkan mencari tenaga yang lain. Masyarakat juga mempertanyakan apakah kebijakan memperkerjakan lagi pegawai yang sudah dipecat ini sudah atas persetujuan bupati.

"Seharusnya UPT Puskesmas Lirik kalau mau perkerjakan kembali tenaga honorer itu harus ada persetujuan dari Bupati Inhu, kita pertanyakan ini. Kita sudah melihat ketegasan bupati terhadap pegawai yang minta uang, namun kini dipekerjakan lagi tentu hal yang sangat aneh," ujar salah seorang masyarakat Inhu Jumadi.

"Saat ini di Kabupaten Inhu banyak lulusan perawat yang belum berkerja, seharusnya dokter Prawira Nofa gunakan mereka yang belum bermasalah. Ini pegewai honorer yang jelas bermasalah mengapa pula kembali dikerjakan," lanjut Jumadi.

Penulis
: Heri
Editor
: Heri
Sumber
: Datariau.com
Tag:ambulan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)