RENGAT, datariau.com - Dua unit mobil ambulance di Puskesmas Lirik adalah bantuan dari dua perusahan swasta PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP) dan PT Pertamina Asset I Lirik beberapa tahun lalu, guna untuk keperluan bila ada pasien atau masyarakat yang membutukan ambulan.
Dengan adanya kejadian pematokan ongkos ambulan Rp8 juta ke Sumbar, masyarakat Lirik mengaku sangat menyesalkan dan kecewa besar atas kejadian tersebut. Sebagaimana yang diasmpaikan oleh H Parman dan Bambang kepada datariau.com dalam bincang pagi tadi, Senin (30/1/2017).
"Ongkos ambulan dari Lirik ke Sumbar dengan harga Rp8 juta, ini sangat tidak pantas, dan saya sebagai masyarakat Lirik sangat kecewa besar dengan tindakan yang dilakukan oleh oknum Puskesmas Lirik. Sekalipun oknum itu sudah diberhentikan, kami sebagai masyarakat Lirik minta Bupati Inhu dapat lebih tegas lagi terhadap pihak Puskesmas Lirik, karena kita berkeyakinan perbuatan hal seperti ini tidak hanya sekali terjadi," desak H Parman.
Sementara itu, Bambang mengatakan, sebagai masyarakat Lirik dirinya juga kecewa. "Masa iya ambulan bantuan mau dijadikan bisnis, kalau mau bisnis itu usaha dong," kecamnya.
Boike Sitinjak, Kepala Inspektorat Kabupaten Inhu saat dikonfirmasi ulang terkait hal ini mengatakan bahwa pihaknya sudah memanggil Seketaris Diskes Inhu Elis Yulinarti untuk mempertanyakan hal tersebut.
"Dari keterangan yang disampaikan Seketaris Diskes bahwa hal itu benar, dan orang yang mematokan ongkos sudah dirumahkan sesuai arahan Bupati Inhu," terang Boike Sitinjak.
"Untuk pemeriksaan UPT Puskesmas Lirik dan lainnya akan diteruskan pada pemanggilan berikutnya," lanjutnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, merasa kemahalan dengan tarif yang ditetapkan Puskesmas Lirik untuk biaya ambulan mencapai Rp8 juta, keluarga almarhum Amril sopir truk yang meninggal dunia di Lirik, akhirnya menyewa ambulan RS Awal Bros yang hanya Rp3 jutaan.
Amril sendiri merupakan supir truk yang mengangkut barang dari Jakarta hendak ke Kota Pekanbaru. Sesampai di Lirik, ia mengalami muntah-muntah dan hendak dirawat di Puskesmas Lirik, namun nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia. Dia mengalami asma dan asam lambung, sesuai dengan konfirmasi sang istri bernama Sutiyem.
Setelah meninggal dunia, almarhum hendak dibawa ke rumah duka di Samping Mesjid Al Mutaqin, Pasar Gelombang, Kayutanam, kabupaten Pariaman, provinsi Sumbar. Namun ongkos yang dipatok puskesmas membuat keluarga terkejut, biayanya mencapai Rp8 juta. Akhirnya keluarga memilih menggunakan ambulan RS Awal Bros Pekanbaru yang hanya Rp3 jutaan.
"Iya, mereka jadinya pakai mobil ambulan RS Awal Bros, cuma tiga jutaan, sini mahal sekali sampai 8 juta katanya," sebut salah seorang sumber saat dikonfirmasi datariau.com di lokasi.
Terkait hal ini, Kepala UPT Puskesmas Lirik dokter Prawira Nofa saat dikonfirmasi datariau.com melalui selulernya, Kamis (26/1/2017) mengatakan, bahwa dirinya tidak tahu pasti berapa ongkos ambulan sampai ke Sumbar.
"Memang benar saat ini sedang tersebar isu bahwa untuk antarkan jenazah supir truk yang meninggal di Puskesmas kemarin dimintai Rp8 juta oleh anggota saya. Tapi saya sampai saat ini belum mendapatkan keterangan pasti dari anggota saya tersebut. Karena dia tidak masuk pada hari ini," jelas dokter Prawira Nofa.
Ditanya siapa nama anggota Puskesmas Lirik yang telah mematokan sewa ambulan sampai Rp8 juta, dijelaskan dokter Prawira Nofa anggota puskesmas itu bernama inisial IS. "Hari ini dia tidak masuk, besok akan saya panggil dan pertanyakan hal itu, benar apa tidak. Dan tadi pun pak Camat Lirik pertanyakan hal yang serupa," terangnya.
Sementara itu, Camat Lirik Suhadi SE saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya juga sudah mendengar adanya informasi sewa ambulan puskesmas yang dinilai mahal ini. Dirinya juga sudah mengkonfirmasi kepada dokter yang bertanggung jawab di puskesmas terkait isu tersebut.
"Tadi dokter yang bertanggujawab di Puskesmas Lirik sudah saya panggil, namun dokter tersebut juga tidak mengetahui hal tersebut, dokter Prawira Nofa akan memanggil anggotanya, jadi kita tunggu saja dulu keterangan dari anggota puskesmas tersebut," tegasnya.
Baca jua: