Sekdes Lenggadai Hilir Sebut Juga Ada Pungutan di Disdukcapil Rohil

datariau.com
1.518 view
Sekdes Lenggadai Hilir Sebut Juga Ada Pungutan di Disdukcapil Rohil

LENGGADAI HILIR, datariau.com - Pernyataan mengejutkan disampaikan Seketaris Desa (Sekdes) Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Ismail Efendi kepada Datariau.com, saat dikonfirmasi di ruang Penghulu, Jumat (9/3/2018).

Sekdes mengungkapkan bahwa ada oknum di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Rohil yang meminta bayaran untuk pengurusan administrasi kependudukan masyarakat. Namun Sekdes Ismail Efendi tidak bersedia menceritakan secara detail oknum itu dan meminta tim datariau.com selidiki sendiri.

"Ada yang bayar juga di Dinas Kependudukan, tapi saya tidak faham ya. Ada yang bayar ada yang tidak. Cari saja, oknumnya Dinas Kependudukan saya tidak tahu itu," kata Sekdes.

Pernyataan ini dia sampaikan saat dikonfirmasi terkait adanya keluhan warga yang dimintai uang ratusan ribu rupiah oleh oknum Staf Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rohil. Dia juga menyayangkan adanya warga yang mengadu ke wartawan, bukan langsung datang ke Kepenghuluan untuk menyelesaikan permasalahannya.

"Itulah kadang-kadang masyarakat, tidak mau berurusan lansung, karena disini memang gratis, tapi dengan catatan gratis itu dari sini kami membuatkan pengantar, mereka membawa ke kantor camat dan mereka membawa lagi ke kabupaten, itu yang dibilang gartis," terang Seketaris Kepenghuluan Lenggadai Hilir Ismail.

Ketika dipertanyakan, apakah uang pungutan yang dilakukan oknum staf Kepenghuluan Lenggadai Hilir untuk pengurusan administrasi kependudukan penduduk, pihak Kepenghuluan juga terima, dia membantah hal itu. "Saya tidak ada terima sepeserpun uang tersebut," tegasnya.

"Yang dikatakan gratis itu mengurus sendiri, bawa ke kantor camat sendiri dan bawa ke kabupaten sendiri. Tapi kalau dia menggunakan jasa tidak salahkan suka sama suka, tawar menawar sesama dia. Kalau ditetapkan itu dia sendiri, pribadinya," katanya.

"Mungkin saja untuk bayar uang minyaknya, mungkin berupa uang jasanya dan dana untuk mengurus ke dinas. Salahnya warga tidak pernah kemari lansung berurusan, warga mungkin jumpa-jumpa di jalan, ini mungkin sebagian, minta uruskan tidak pernah datang ke kantor," pungkasnya.

Penulis
: Samsul
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)