BANGKINANG KOTA, datariau.com - Para kepala desa di Kabupaten Kampar kini sedang gencar melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) ke Jakarta. Pada gelombang II ini, sebanyak 80 orang yang berangkat dan kabarnya menggunakan uang alokasi dana desa.
"Setahu saya Bimtek yang dilaksanakan Kades itu bersumber dari ADD masing-masing Kades yang mengikuti acara tersebut. Namun kalau untuk lebih jelasnya lagi langsung saja ke Kepala Bidang Pemerintahan Desa," kata Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kampar, kemarin.
Febrinaldi menjelaskan bahwa dirinya tidak mengetahui secara jelas persoalan Bimtek Kades ini karena ia mengaku tidak ikut dalam kegiatan tersebut.
"Saya tidak ikut dalam Bimtek itu, jadi kurang tahu pasti mengenai materinya. Untuk itu bisa bertanya langsung sama Kepala BPMPD dan Kabid Pemdes," pungkasnya.
Kabid Pemdes Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kampar Rony saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya kegiatan Bimtek Kepala Desa mengunakan ADD.
"Memang benar kegiatan Bimtek Kades yang dilaksanakan di Jakarta menggunakan ADD Kades," ujarnya.
Namun saat ditanyakan berapa anggaran yang dihabiskan untuk Bimtek tersebut, Roni menyampaikan agar ditanyakan langsung Kepala BPMPD. Dan saat ditanyakan lagi mengenai berapa yang harus dibayarkan oleh setiap Kades, Roni kembali mejawab agar wartawan menanyakan kepada Kepala BPMPD.
"Langsung saja ke Kepala BPMPD Kampar untuk menanyakan tersebut. Meskipun saya tahu lebih baik Kepala BPMPD yang menyampaikannya," pintanya.
Ditanya apakah kegiatan Bimtek yang dilaksanakan tersebut sudah sesuai dengan aturan berlaku, Kabid Pemdes Roni kembali menyerukan agar semua itu bisa ditanyakan Kepala BPMPD.
"Sama Kepala BPMPD saja tanyakan, meskipun bidang saya, tapi lebih baik ditanyakan kepada Kaban (Kepala BPMPD,red)," pungkasnya.
Dikutip dari www.kamparkab.go.id, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Kampar dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kampar melaksanakan bimbingan teknis bagi kepala desa gelombang kedua ini digelar di Jakarta yang diikuti 80 orang kades.
Kepala BPMPD Kampar Surya Budhi SH mengatakan, Bimtek Gelombang II ini digelar selama 5 hari dari tanggal 28 September hingga 2 Oktober 2016 bertempat di Hotel Roxy, Jakarta Pusat.
Surya Budhi berharap kades mengikuti kegiatan ini sampai tuntas dengan ikhlas. "Tujuan diadakan kegiatan ini agar para kades dapat menerapkan ilmunya untuk perkembangan desa," ujar mantan Karo Humas Pemprov Sumbar ini.
"Kita tahu dengan kondisi bangsa seperti ini Kades harus siap melayani masyarakat yang maju mandiri dan teratur dapat tercapai dengan baik," tuturnya.
Lebih lanjut Surya Budhi mengatakan, tidak bisa dipungkiri desa saat ini menjadi sorotan bagi semua lini, oleh karena itu kades harus mampu menyelenggarakan tugas dan fungsinya sebagai kades.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Desa PDT Drs Sugeng Riyono Msi dan Jenderal Marconi.