RENGAT, datariau.com - Ikatakan Keluarga Jawa Riau (IKJR) Kabupaten Inhu gelar wayang kulit satu malam suntuk dengan Lakon Wahyu Makuto Romo dangan Ki Dalang Joko Purwanto dari Lampung. Pegelaran wayang kulit ini dalam rangka penutupan bulan Muharram dan menyabut bulan Shafar difokuskan di Stadion Kecamatam Pasir Penyu, Sabtu (21/10/2017) malam.
Dalam sambutan Ketua Pelaksana wayang kulit Warseno mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kanjeng Raden Tumenggu H Yopi Arianto SE yang juga menjabat sebagai Bupati Inhu, yang telah banyak membantu acara wayang kulit dalam rangka penutupan bulan Muharram baik itu moril maupun matril.
"Atas terselenggara wayang kulit ini, semoga kita semua mendapatkan hidayah dari Yang Maha Kuasa, mari kita sama-sama berdoa, semoga acara pagelaran wayang kulit satu malam suntuk dalam rangka penutupan Muharram dan sambut Shafar berjalan lancar," kata Warseno.
Ketua IKJR Kabupaten Inhu, Agus Suprapto mengatakan, sangat bersyukur karena bisa berkumpul masyarakat dengan Kanjeng Raden Temenggung H Yopi Arianto yang merupakan Bupati Inhu hadir dalam acara wayang kulit satu malam suntuk.
"Acara wayangan ini mendadak atau tidak disangka-sangka, hari Senin kemarin melalui mas Supandi bisa tidak bisa kita minta di Air Molek diadakan wayangan, kami siap untuk perintah dari Kanjeng Tumenggung. Acara wayang kulit dalam tema penutupan Muharram dan sambut Shafar dengan Dalang Ki Joko Purwanto dari Lampung dengan lakon Wahyu Makuto Romo Karawitan Madi Raras," terangnya.
Sementara itu, Kanjeng Raden Tumenggung atau Bupati Inhu H Yopi Arianto mengucapkan terima kasih kepada IKJR dan masyatakat Pasir Penyu atas terselenggaranya wayangan ini dalam acara penutupan Muharram.
"Sedikit saya jawab pertanyaan dari ketua IKJR, tapi, ini jangan dibilang sebagai tandingan, karena, dalam hal ini tidak ada tandingan. Wayangan ini salah satunya adalah program pemerintah Kabupaten Inhu, melalui aspirasinya masyarakat khususnya masyarakat Pasir Penyu maka diadakan wayangan," tegas Bupati.

"Ini bukan politik, tapi proses politik sedang berjalan, jadi jangan sampai hal ini sebagai perbedaan, malam ini kita bersama masyarakat nonton bareng wayang kulit dan makan bersama," lanjut Bupati Inhu Yopi Arianto.
Pantauan datariau.com, wayang satu malam suntuk hadir Plt Sekda Inhu, kepala OPD lingkungan Pemkab Inhu, dan camat se kabupaten Inhu.
Sebelumnya, pegelaran wayang ini sempat menuai tanda tanya, karena baru pertama kali wayangan Muharram dilaksanakan dua kali dalam sebulan, karena sebelumnya dilaksanakan oleh PKJ dihadiri Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, sementara Bupati Inhu saat itu tidak hadir.
Maka pegelaran wayang ini dinilai sebagai wayang tandingan dari acara sebelumnya. Beberapa warga menyebut ini ada unsur politik menjelang Pilgubri 2018. Karena diketahui, Bupati Inhu Yopi Arianto juga akan maju di Pilgubri dan kabarnya sudah mendapat restu dari DPP PDIP, Yopi sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur mendampingi Harris.
Sementara Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman juga ingin maju lagi di Pilgubri nanti dari Golkar.