Aduh, Hampir 2.000 Warga Desa Kualu Kampar Belum Rekam e-KTP, Ini Penyebabnya

datariau.com
1.189 view
Aduh, Hampir 2.000 Warga Desa Kualu Kampar Belum Rekam e-KTP, Ini Penyebabnya
Nova Rinaldo
Warga melakukan perekaman e-KTP di kantor desa Kualu.

TAMBANG, datariau.com - Ternyata sebagian besar warga Desa Kualu kecamatan Tambang kabupaten Kampar belum melaksanakan perekaman e-KTP, yakni lebih dari 2.000 warga. Hal ini dibenarkan Kepala Desa Kualu Darmilis.

Penyebab masih banyak warga yang belum merekam e-KTP dikarenakan jarak perekaman yang jauh. Dimana, selama ini warga yang ingin merekam e-KTP harus ke Bangkinang. Jarak antara Desa Kualu dan Bangkinang sangat jauh sehingga warga enggan untuk melakukan perekaman, karena kebanyakan warga di Kualu merupakan petani dan susah untuk bepergian.

Namun, dengan adanya program Dinas Kependudukan Kampar yang melakukan perekaman dengan cara jemput bola turun ke desa-desa, di Desa Kualu pun kebagian perekaman gratid di Kantor Desa. Namun perekaman itu harus terkendala karena adanya persoalan yang berujung disegelnya kantor desa oleh warga dan perekaman pun tertunda.

Seharusnya, perekaman dilakukan di kantor desa pada 26 September lalu sampai tanggal 3 Oktober, namun dikarenakan persoalan tersebut, maka perekaman baru bisa dimulai tanggal 3 Oktober dan akan berakhir pada Ahad nanti atau selama sepekan lamanya.

"Alhamdulillah akhirnya terlaksana juga perekaman e-KTP. Kepada masyarakat manfaatkan kesempatan ini dengan sebaiknya," kata Kepala Desa Kualu Darmilis SE saat ditemui datariau.com, Rabu (5/10/2016) di kantornya siang tadi.

Diterangkan Darmilis dengan adanya program perekaman e-KTP di desa-desa atau jemput bola ini, sangat membantu masyarakat sehingga diharapkan program ini berkelanjutan.

"Kita sangat berterimakasih pada pemerintah kabupaten Kampar, khususnya Distardukcapil Kampar yang telah melakukan jemput bola dalam perekaman e-KTP di desa. Dan kita berharap program ini berkelanjutan," ujarnya berharap.

Sementara itu, Asni (43) salah seorang warga menyatakan sangat berterimakasih dengan adanya program perekaman e-KTP di desa-desa. Dikatakannya, selama ini dia belum melakukan perekaman e-KTP karena harus ke Bangkinang yang terasa jauh baginya. Dan lagi, menurutnya, dia hanya berprofesi sebagai petani sehingga sangat terbatas dengan waktu.

"Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah desa yang telah mengadakan perekaman e-KTP di desa. Ini sangat membantu masyarakat seperti saya ini dalam membuat KTP, dan kalau bisa program ini jangan hanya pada e-KTP saja, tapi juga pada pembuatan akta kelahiran," pungkasnya.

Penulis
: Nova Rinaldo
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)