Walikota Minta DKP Pakai Bola Lampu Hemat Daya Untuk Lampu PJU Pekanbaru

1.373 view
Walikota Minta DKP Pakai Bola Lampu Hemat Daya Untuk Lampu PJU Pekanbaru
Ilustrasi perbaikan lampu jalan. (foto: net)
PEKANBARU, datariau.com - Walikota Walikota Pekanbaru H Firdaus MT mengintruksikan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) mengganti bola lampu yang boros. Hal ini bukan tanpa alasan, besarnya biaya yang ditanggung Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk lampu Penerang Jalan Umum (PJU) menjadi beban yang mulai terasa.

"Jangan pakai lampu yang boros. DKP ganti bola lampu yang besar daya dengan yang lebih hemat," kata Firdaus, Selasa kemarin.

Menurut Firdaus, DKP bisa memanfaatkan teknologi dengan bola lampu yang hemat listrik. "Silahkan terangi kota, gunakan teknologi sehingga dana yang ada bisa efisien penggunaannya," sebutnya.

Selain itu, dirinya meminta untuk lampu-lampu penerang jalan yang liar agar ditertibkan. Sebab, semakin hari tagihan lampu jalan semakin meningkat. DKP pada tahun anggaran 2016 mengusulkan dana senilai Rp126,4 miliar, sebagian besar diperuntukkan membayar tagihan lisrik PJU ke PLN, dengan rata-rata Rp6 miliar perbulannya.

Terpisah, Kepala DKP Pekanbaru Azwan malah memilih memaksimalkan meterisasi PJU ketimbang mengganti bola hemat energi. Saat ini pihaknya sudah siapkan anggaran untuk meterisasi PJU. "Kita optimalkan untuk meterisasi PJU sehingga pembayaran lebih terukur. Tahun ini rayon Tampan selesai," ujarnya.

Satu penyebab besarnya pemakaian daya PJU yakni lampu yang dipasang swadaya masyarakat bermasalah, ukurannya tidak standar. "Satu bola lampu sampai 500 watt, lalu pemasangan tidak standarisasi. Tapi bagaimana lagi, masyarakat membutuhkan itu, anggaran kita terbatas. Asal melaporkan kepada pemerintah, kita akan bantu bayar," ujarnya.

Pihaknya telah menganggarkan sekitar Rp3,2 miliar untuk meterisasi Rayon Tampan. "Tahun ini Rp3,2 miliar untuk meterisasi, tahun depan kelihatan itu efisiensi, menghemat besar sekali," katanya.

Dalam sebulan, DKP mesti menyiapkan dana lebih kurang Rp5,5 miliar untuk membayar tunggakan ratusan PJU. Yang 2/3 merupakan hasil swadaya masyarakat.

Sementara itu, Kurniawan (27) seorang warga Kota Pekanbaru mengeluhkan buruknya penerangan jalan kota. Selama ini masih banyak lampu jalan yang mati dan jalanan menjadi gelap.

"Diganti lagi dengan yang rendah daya, apanya yang mau diganti, sedangkan lampu jalan aja banyak yang tak hidup alias mati, contohnya saja di Jalan Yos Sudarso Rumbai, dan Hang Tuah Ujung, jalan gelap semua apanya yang mau diganti, kalau apa-apa masyarakat yang disalahkan, masih untung warga memasang lampu," celetuk Kurniawan saat ditemui Berita Terkini. (wan)
Tag:DKPPJU
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)