Tiga RW Pemekaran Pekanbaru Masuk Kampar, Kinerja Walikota Dipertanyakan

1.470 view
Tiga RW Pemekaran Pekanbaru Masuk Kampar, Kinerja Walikota Dipertanyakan
Ilustrasi.

PEKANBARU, datariau.com - Permasalahan batas wilayah antara Pekanbaru dan Kabupaten Kampar memang masih menimbulkan polemik karena tidak jelasnya tapal batas kedua daerah ini.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Bukit Raya Simpang Tiga, dimana tiga RW Pemekaran Pekanbaru justru masuk Kampar. Tiga RW itu yakni RW 18, 15 dan 16.

Hal ini terbukti dengan keluarnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 18 tahun 2015 tentang Tapal Batas Pekanbaru dengan Kampar. Dimana 3 RW yang baru dimekarkan Pemerintah Kota Pekanbaru justru masuk ke wilayah Kampar.

Hal ini membuat anggota DPRD Provinsi Riau Dapil Pekanbaru Ade Hartati Rahmad MPd heran dan terkejut karena masalah ini muncul setelah Pekanbaru memekarkan 3 RW tersebut.

"Kemana pemerintah kota selama ini kenapa justru masalah ini muncul setelah pemko memekarkan 3 RW tersebut," ujar Ade saat dikonfirmasi, Senin (7/12/2015).

Menurut Ade, kondisi ini terjadi karena Pemerintah Kota Pekanbaru kurang koordinasi dengan pemerintah Provinsi Riau. "Kemana Pemerintah Kota hingga abai terhadap kondisi di masyarkat," ucapnya.

Ade juga mempertanyakan kinerja lurah dan camat serta terlebih Walikota Pekanbaru. "Kemana lurah, camat dan walikotanya. Saya melihat lurah dan camat sibuk pasang badan untuk walikotanya bukannya pasang badan untuk rakyat," ujar Ketua Fraksi PAN DPRD Provinsi Riau ini.

"Bagaimana mau bicara pemekaran, mengkonsolidasikan daerah secara geografis saja Pemerintah Kota tidak mampu," tegasnya lagi.

Yang membuat Ade Hartati sangat menyayangkan lepasnya 3 RW itu masuk Kampar karena Pemko Pekanbaru telah membangun sekolah, puskesmas serta fasilitas jalan.

"Berapa sudah habis uang rakyat untuk membangun sekolah, jalan, puskesmas, sekarang masuk kawasan kabupaten lain, tidak habis pikir saya dengan pemerintahan kota sekarang ini," sesalnya.

"Ini baru Simpang Tiga, bagaimana dengan kecamatan yang lain seperti Tampan dan Payung Sekaki yang juga berbatasan dengan Kampar. Kalau seperti ini lebih baik turun saja lah walikota, camat dan lurahnya kalau tidak mampu mengurus rakyat," tegasnya.

(aca)

Tag:pemekaran
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)