Satu Bayi Sakit Diantar ke Posko Evakuasi, Mawardi: Ini Tempat Evakuasi Bukan Berobat

1.141 view
Satu Bayi Sakit Diantar ke Posko Evakuasi, Mawardi: Ini Tempat Evakuasi Bukan Berobat
Ruang evakuasi bayi di Kantor Walikota Pekanbaru. (foto: doc)
PEKANBARU, datariau.com - Seorang ibu bernama Sulastri (36) warga Jalan Kesadaran, kelurahan Tangkerang Labui Kecamatan Bukit Raya menggendong bayinya usia 4 bulan dalam kondisi sakit ke ruang evakuasi bayi Pekanbaru.

"Saya tadi hanya dapat informasi dari tetangga kalau bayi bisa diungsikan ke kantor walikota, makanya Nabil Khoirin Rahman yang baru berusia 4 bulan langsung saya bawa kesini menggunakan motor," ungkapnya, Kamis (8/10/2015).

Menurut Sulastri, sudah 4 hari yang lalu kondisi anaknya sedang tidak sehat. Disamping demam juga batuk pilek. "Nabil demam sejak 4 hari lalu dan belum ada saya bawa berobat karena tidak ada biaya," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kasubag Informasi dan Pengaduan Masyarakat Setda Humas Pekanbaru Mawardi mengatakan, bahwa posko evakuasi ini didirikan untuk penyelamatan sehingga terhindar dari bahaya kabut asap bukan pengobatan.

"Pasko ini untuk penyelamatan bagi bayi dan balita yang terpapar ringan bukan terpapar berat. Sedangkan bagi bayi yang terpapar berat kita arahkan pengobatannya ke puskesmas di masing-masing wilayah," ujarnya.

Mawardi menjelaskan, jika alasan tidak punya biaya dan sebagainya, Pemerintah Kota Pekanbaru sendiri dari awal sudah mengratiskan semua biaya pengobatan untuk penyakit yang ditimbulkan dari bencana kabut asap.

"Bayi yang ditampung di posko evakuasi ini adalah bayi sehat dari keluarga tidak mampu. Kalau yang sakit tentu dikhawatirkan akan bisa menular kepada bayi yang lainnya," terangnya.

"Untuk kasus Nabil kita arahkan dulu untuk dirawat di Puskesmas Harapan Raya, kalau nanti kondisinya sudah membaik bisa kembali datang ke posko evakuasi di kantor walikota," jelas Mawardi.

Mawardi mengimbau kepada seluh masyarakat bahwa posko evakuasi ini digunakan untuk pencegahan, pemulihan dan penyelamatan.

"Jadi bagi masyarakat yang kurang mampu dan sirkulasi udaranya di dalam maupun di luar rumah sama. Disamping itu tidak adanya alat pendorong pertikal debu keluar, maka akan kita tampung di sini. Caranya, mereka hanya perlu menghubungi puskesmas terdekat dan masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya ke sini, pihak puskesmas yang mengantar atau kita dari tim evakuasi ini yang akan menjemput," tutupnya. (syi)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)